AYOJAKARTA.COM - Munculnya sejumlah nama tokoh dalam bursa Pemilihan Gubernur atau Pilgub DKI Jakarta 2024, makin sering terjadi jelang pelaksanaan Pilkada serentak.
Selain Ahok, Anies Baswedan serta Ridwan Kamil, sejumlah figur kenamaan dari kalangan parpol juga turut meramaikan bursa Pilgub DKI Jakarta 2024.
Bukan hanya di ajang Pilgub DKI Jakarta 2024, sejumlah tokoh kenamaan juga dipersiapkan oleh parpol untuk menghadapi penyelenggaraan Pilkada di Indonesia.
Terkait gencarnya kandidat yang mencuat dalam bursa calon peserta Pemilihan Gubernur atau Pilgub Jakarta, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia memberi tanggapan.
Menurut Adi Prayitno, terdapat setidaknya dua variabel yang berlaku dalam proses penentuan nama calon kandidat peserta Pilkada di Indonesia.
Jenis variabel pertama yang menjadi indikasi terhadap munculnya sejumlah nama tokoh kenamaan adalah melalui hasil survei atau Variabel Survei.
Sehubungan dengan pelaksanaan Pilgub Jakarta, hasil survei memastikan terdapat empat nama figur yang cenderung muncul ke publik.
Selain Ahok, Anies Baswedan, dan Ridwan Kamil, survei yang dilakukan Parameter Politik Indonesia juga mencuatkan nama lain seperti Tris Rismaharini serta Andika Perkasa.
Munculnya nama-nama tersebut, menurut Adi merupakan implikasi dari variabel kedua yang terus dilakukan partai politik hingga saat ini.
“Yang kedua tentu variabel elit, dimana partai-partai politik menyuruh kadernya untuk melakukan Beauty Content,” ungkap Adi dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa (30/4/2024).
Kader-kader yang dimunculkan oleh para elit partai, menurut Adi merupakan cara parpol untuk menawarkan kadernya ke publik.
Eksposur yang terus dilakukan oleh para elit partai politik, tidak lain sebagai bentuk menemukan nilai serta kekuatan magnet politik dari publik.
Namun demikian, Adi menegaskan para calon kandidat peserta Pilgub Jakarta yang bermunculan dalam bursa survei tidak akan optimal tanpa adanya persetujuan para elit.
“Boleh nama kandidat punya popularitas menjulang, tapi kalau elit partai politik tidak menghendaki ya akan wassalam,” imbuhnya.
Tokoh-tokoh publik kenamaan semisal Anies Baswedan dan Ridwan Kamil, menurut Adi merupakan dua tokoh yang saat ini terbilang paling populer.
Tetapi tanpa adanya dukungan dari para elit parpol yang mengusung, tiket maju sebagai peserta Pilgub Jakarta hanya menjadi wacana.
Baca Juga: Terungkap! Alasan Presiden PKS Tolak Anies Baswedan Maju di Pilgub DKI Jakarta
Sehubungan dengan proyeksi pelaksanaan Pilkada secara nasional, Adi menilai kontestasi akan berjalan lebih cair dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
Keinginan mempertahankan kondisi partai pasca Pilpres, kebutuhan politik, serta potensi koalisi menurut Adi menjadi esensi terpenting dalam Pilkada 2024 mendatang.
“Karena seringkali pertarungan di daerah termasuk Jakarta, itu tidak bisa dibaca hitam-putih,” pungkas Adi. ***
Share this article
Sejumlah tokoh penting mulai masuk dalam bursa Pilgub DKI Jakarta 2024, pengamat beri tanggapan begini.