AYOJAKARTA.COM - Terminal Kampung Rambutan di Jakarta Timur masih terus dipadati oleh pemudik yang baru kembali dari kampung halaman mereka.
Bus-bus antar kota antar provinsi (AKAP) terus berdatangan ke terminal tersebut, meskipun telah terjadi penurunan volume dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, terjadi penurunan jumlah penumpang dari 12.169 orang pada hari Sabtu menjadi 11.058 orang pada hari Minggu.
Pola kedatangan pemudik juga terlihat lebih tersebar, dengan jumlah penumpang yang masih mencapai ribuan pada pukul 06.00 pagi hingga pukul 22.00 malam.
Namun menurun drastis menjadi hanya 893 orang dengan 41 bus AKAP yang tiba pada dini hari hingga pukul 06.00 pagi.
Pemudik yang baru tiba mudah dikenali dari barang bawaan mereka yang banyak, tas berukuran besar, serta kedatangan bersama anggota keluarga.
Baca Juga: Arus Lalu Lintas di Gerbang Tol Cikampek Utama Terpantau Ramai Lancar pada Penutupan Libur Lebaran
Beberapa pemudik memilih untuk turun di luar gerbang terminal untuk mendapatkan akses transportasi lanjutan yang lebih mudah, meskipun pihak terminal sebenarnya telah menyiapkan area-area khusus untuk memfasilitasi transportasi lanjutan.
Pengawasan terhadap kondisi terminal dilakukan langsung oleh Syafrin Liputo, Sub Kadis Perhubungan DKI Jakarta, yang didampingi oleh anggota DPRD Jakarta Fraksi PKS, Muhammad Tamrin.
Syafrin menyampaikan bahwa lonjakan penumpang tertinggi terjadi pada Sabtu lalu, dan pihaknya terus mengupayakan ketersediaan transportasi lanjutan bagi pemudik.
"Berdasarkan data terakhir kemarin sore untuk jumlah penumpang yang mudik ke terminal di tujuh terminal Jakarta — empat terminal utama, tiga terminal bantuan—total penumpang itu tertinggi pada tanggal 5 April, tetapi untuk data tanggal 6 April pun sekarang sedang kami himpun, artinya masih akan ada eskalasi di sana," ujar Syafrin.
Baca Juga: Masih Belum ke Jakarta? Pemkot Kediri Gelar Balik Mudik Gratis untuk 200 Orang
Dia menambahkan, "Kami dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengupayakan agar seluruh warga yang tiba di setiap terminal itu tersedia dengan baik angkutan lanjutannya, sehingga mereka tidak perlu menunggu lama di terminal, langsung berpindah, apakah itu ke Transjakarta, Mikrotrans, mini, ataupun angkutan reguler lainnya yang ada di terminal-terminal."
Kepala Terminal Kampung Rambutan, Yulza Ramadoni, juga menegaskan bahwa petugas yang berjaga selama 24 jam masih terus disiagakan untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi masyarakat.
Berbagai alasan diungkapkan oleh para pemudik yang memilih untuk kembali pada hari ini.
Beberapa di antaranya memilih kembali karena masa libur yang masih panjang dengan aktivitas kerja yang baru dimulai pada tanggal 8 atau 9 April, sehingga masih memiliki waktu istirahat sebelum bekerja.
Ada pula yang baru mendapatkan tiket untuk keberangkatan pada hari Minggu malam karena kehabisan tiket pada hari-hari sebelumnya.
Sebagian pemudik juga sengaja memilih untuk kembali pada hari Minggu malam atau Senin untuk menghindari kemacetan dan kepadatan.
Fenomena ini sejalan dengan keterangan Syafrin yang menyebutkan adanya tren penurunan kepadatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dimana terjadi distribusi waktu perjalanan yang lebih merata karena adanya kebijakan work from anywhere yang diperpanjang hingga tanggal 8 April.
Baca Juga: Praktis! Cara Efektif Cegah Peningkatan Kolesterol LDL dalam Tubuh
Para pemudik mengaku perjalanan tahun ini lebih lancar dibandingkan tahun lalu, meskipun masih terdapat beberapa titik kemacetan seperti di jalur penyeberangan dari Bakauheni menuju Merak, namun kemacetan tersebut hanya terjadi selama 1-2 jam.
Selain pemudik yang kembali, ternyata masih ada juga masyarakat yang baru akan berangkat ke kampung halaman karena tidak mendapatkan tiket pada masa puncak mudik atau baru mendapatkan waktu cuti pada hari ini.

Share this article
Berdasarkan data yang dihimpun, terjadi penurunan jumlah penumpang dari 12.169 orang pada hari Sabtu menjadi 11.058 orang pada hari Minggu.