AYOJAKARTA.COM — Telah terjadi penembakan di Kantor MUI atau Majelis Ulama Indonesia di Jakarta Pusat.
Sekitar pukul 11 siang insiden penembakan oleh orang tak dikenal itu terjadi di Kantor MUI.
Dua pegawai menjadi korban atas insiden penembakan di Kantor MUI hari ini.
Dari keterangan Kepolisian, pelaku yang belum diketahui pasti identitasnya dinyatakan meninggal dunia.
Wakil Ketua MUI Anwar Abbas menceritakan kronologi kejadian penembakan di Kantor MUI tersebut.
Baca Juga: Breaking News! Penembakan Misterius Terjadi di Kantor MUI Menteng Jakarta Pusat, Ada Korban Luka
"Kami sedang rapat di lantai 4, karena hari selasa itu rapat dengan pimpinan," ungkap Anwar Abbas, Wakil Ketua MUI dikutip melalui kanal YouTube KOMPASTV.
"Di bawah terjadi penembakan. Orang yang bersangkutan sudah dua kali datang ke MUI dan ini kali ketiga," sambungnya.
Pelaku sebelumnya disebut mendakwakan dirinya sebagai nabi dan hendak bertemu dengan Ketua MUI.
"Dan dia mendakwakan dirinya sebagai nabi, dia berasal dari Lampung dan dia ingin ketemu dengan Ketua MUI," jelas Anwar Abbas.
Baca Juga: Penembakan Terjadi di Kantor MUI Pusat, Pintu Kaca Pecah, Pelaku Berbaju Merah Ditangkap
"Dia ingin ketemu dengan ketua, resepsionis tanya, karena dia mendesak terus, petugas ingin ke atas ke lantai empat memberi tahu bahwa ada tamu. Tapi sebelum dia masuk lift itu terjadi penembakan," tambahnya.
Sementara itu, pihak kepolisian, Irjen Karyoto Kapolda Metro Jaya membenarkan bahwa terjadi penembakan di Kantor MUI siang ini.
"Ada penembakan," ungkap Irjen Karyoto Kapolda Metro Jaya.
"Memang betul tadi pada pukul 11.24 di tempat ini ada orang tidak dikenal masuk ke dalam pintu depan," tambahnya.
Pelaku diketahui memang mencari Ketua MUI namun sempat dijegal karena tidak bisa menyampaikan kepentingan yang logis.
Sehingga terjadilah insiden penembakan oleh pelaku menggunakan senjata yang diduga merupakan airsoft gun.
"Mencari ketua MUI, ingin bertemu, namun karena tidak dapat menjelaskan kepentingan dan bertemu dengan siapa, di pamdal ditahan," jelas Irjen Kartoyo.
"Kemudian yang bersangkutan mengeluarkan senjata. Nah ini boleh dikatakan disebut dengan airsoft gun bukan senjata api," sambungnya.
Hingga satu korban tertembak, barulah pelaku ditangkap dan diamankan.
"Ada korban satu orang tertembak di bagian punggung, kemudian tersangka keluar, dan oleh karyawan dikejar dan diamankan," ungkap Irjen Kartoyo.
Namun sayang pasca kejadian itu, pelaku pingsan dan ketika dibawa ke Puskesmas pihak dokter menyatakannya meninggal dunia.
"Beberapa saat kemudian tersangka ini pingsan, dibawa ke polsek lalu ke Puskesmas Menteng," kata Irjen Kartoyo.
"Dan pada saat diperiksa oleh dokter puskesmas, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia," tambahnya.
Terkait identitas pelaku masih dalam penelusuran pihak kepolisian namun diketahui ia berdomisili Lampung.
"Belum kita bisa dapatkan profile yang bersangkutan. Yang bersangkutan berKTP domisili Lampung," ujar Irjen Kartoyo.
Sejauh ini diketahui terdapat dua orang korban yang merupakan pegawai di MUI Pusat Jakarta.
Saat ini kedua korban tengah dirawat di Rumah Sakit daerah Manggarai.
Untuk motif penembakan dan senjata yang digunakan polisi belum bisa memastikan.
Pihak kepolisian masih terus menelusuri kasus penembakan di Kantor MUI dan pihaknya akan berangkat ke Lampung untuk mengetahui identitas pelaku.***

Share this article
Telah terjadi penembakan di Kantor MUI atau Majelis Ulama Indonesia di Jakarta Pusat. Kronologinya dibeberkan Wakil Ketua MUI.