AYOJAKARTA.COM - Rafael Alun Trisambodo buka suara atas keadaannya yang menimpa saat ini.
Rafael Alun Trisambodo mengaku kediamannya didatangi oleh petugas KPK dengan maksud dan tujuannya adalah penggeledahan.
Penggeledahan rumah Rafael Alun Trisambodo dilakukan pada Senin malam sekitar pukul 20:00 WIB.
Dikutip dari kanal YouTube Kompastv pada Sabtu, 1 April 2023 ayah Mario Dandy menghubungi sang Penasihat Hukum ketika rumahnya digeledah KPK.
Selain itu ketua RT dan keamanan lingkungan setempat juga turut hadir menyaksikan dalam penggeledahan KPK.
Ia mengaku tidak masalah jika harus menghadirkan Ketua RT dan keamanan lingkungan setempat karena merasa tak ada yang disembunyikan.
Baca Juga: Rafael Alun Ungkap Mario Dandy Berubah Pasca Dapat Pendidikan Semi Militer, Cuma Alasan?
“saya menghubungi penasihat hukum saya untuk mendampingi dan pihak KPK juga bersedia menunggu dan juga mengajak ketua RT dan ketua keamanan dari lingkungan untuk melakukan penggeledahan, saya welcome pada saat itu karena memang dalam pikiran saya tidak ada yang saya sembunyikan,” ujarnya.
Dalam penggeledahan tersebut, pihak KPK menyita barang-barang milik eks Pejabat Ditjen Pajak ini.
Adapun barang yang disita antara lain rincian penghasilan kos-kosan, bukti-bukti perolehan aset, fotocopy sertfikat, sepeda brompton, tas milik sang istri dan perhiasan sang istri.
Baca Juga: Rafael Alun Bela Mario Dandy: Penganiayaan Ini Sebetulnya Perkelahian Anak Muda Saja, tapi.....
“Yang saya lihat itu pertama rincian penghasilan kos-kosan jadi dari laporan kos itu punya penghasilan berapa biayanya berapa, istri saya terima berapa itu ada kemudian bukti-bukti perolehan aset juga diambil, fotocopy sertifikat juga diambil kemudian ada satu sepeda brompton saya itu brompton sudah lama itu juga diambil, kemudian tasnya istri saya, ada perhiasan istri saya juga cincin dan gelang yang dipakai sehari-hari itu juga disita,” ujarnya.
Selain itu, KPK juga menyita uang tunai milik sang istri untuk belanja harian.
Eks Pejabat Ditjen Pajak ini juga merasa kebingungan karena uang yang sebelumnya untuk THR karyawannya, senilai Rp 40 juta juga ikut disita KPK.
Baca Juga: Buka Suara soal Kasus Mario Dandy, Rafael Alun Trisambodo: Dia Menangis, Saya Peluk dan Maafkan!
“Kemudian yang saya sedih itu uang tunai, jadi uang belanja istri saya yang belum sempat dimasuk-masukan ke amplop untuk belanja harian itu juga diambil,” kata Rafael.
“Dan uang saya senilai Rp 40 jutaan yang sebetulnya awalnya untuk membayar THR beberapa pegawai saya di rumah itu juga diambil jadi pada saat ini saya agak kebingungan nanti ketika THR ini saya harus membayarnya dengan apa begitu,” tambahnya.
Terkait isu memiliki tumpukan emas juga turut dijawab olehnya.
Disebutkan bahwa ia mengaku tidak memiliki emas seperti berita yang beredar.
“Pada saat penggeledahan rumah di Simprug kami memang tidak memiliki emas jadi berita itu tidak benar,” ucapnya.***

Share this article
Harta Rafael Alun Trisambodo ludes disita KPK, kini bingung tak ada uang untuk bayar THR para karyawan.