AYOJAKARTA.COM – David Ozora yang mengalami penganiayaan oleh Mario Dandy sudah menjalani perawatan secara intensif selama satu bulan lebih.
Akibat benturan keras benda tumpul yang terjadi pada kepala David Ozora, dampaknya sangat fatal pada kerusakan sarafnya. Benturan itu dilakukan oleh Mario Dandy dengan cara menendang dan juga memukul kepala David.
Salah satu pelaku yang terlibat dalam kasus penganiayaan David Ozora yaitu AG sudah menjalani sidang pertamanya pada 29 Maret 2023, sedangkan untuk tersangka Mario Dandy dan tersangka Shane Lukas akan segera menyusul.
Baca Juga: CATAT! Ini Waktu dan Tanggal Malam Lailatul Qodar 2023, Umat Muslim Jangan Sampai Terlewat
Dilansir AyoJakarta.com dari akun Twitter Jonathan Latumahina @seeksixsuck (30/9/2023), saat ini para pelaku penganiayaan David Ozora dinilai sedang melakukan upaya untuk bisa mendapat keringanan hukuman.
Melihat hal tersebut, Jonathan mengingatkan kembali bagaimana kondisi David Ozora saat ini kepada para pelaku.
Jonathan menjelaskan bahwa David dinyatakan mengalami diffuse axonal injury (DAI) oleh tim medis Rumah Sakit Mayapada.
DAI merupakan rusaknya akson atau serabut saraf yang berada pada otak. Akson memiliki tugas yang sangat penting pada tubuh manusia karena sebagai komunikasi antar saraf.
Baca Juga: Anies Baswedan Butuh Cawapres dari NU di Pilpres 2024, Mengapa? Begini Penjelasan Pengamat
Saraf merupakan bagian tubuh yang paling membutuhkan banyak waktu untuk bisa pulih ketika mengalami kerusakan.
Jonathan menyampaikan bahwa jika kerusakan yang dialami sangat parah maka korban bisa berpotensi mengalami cacat permanen.
Karena kerusakan saraf yang dialami David inilah, ia tergelak di rumah sakit dalam keadaan koma yang cukup panjang.
Baca Juga: Cara Jitu Pengajuan KUR BRI 2023 Rp100 Juta Langsung ACC, Cukup Perhatikan 3 Poin Ini!
“Ketika otak mengalami trauma berat, maka otak terjadi pergeseran ekstrim yang menyebabkan serabut-serabut saraf ini pecah. David alami ini dan koma. Efek dari DAI adalah penurunan kualitas hidup dan cacat permanen,” ketik Jonathan.
Ayah David merasa geram dengan kondisi anaknya saat ini yang memprihatinkan akibat dari para pelaku penganiayaan, justru para pelaku melakukan berbagai upaya untuk bisa mendapat keringanan hukuman.
“Dan pada saat yang sama para pelaku ngemis-ngemis caper di media-media jualan kemiskinan, jualan salah didik, jualan trauma masa kecil dan semua hal lain. Yang kalian obral di media itu nggak seujung kukunya David yang dampaknya permanen!” ketik Jonathan.
Hukuman yang akan didapat oleh para pelaku penganiayaan merupakan konsekuensi yang harus diterima.
Baca Juga: Hokky Caraka Striker Timnas U20 Kecewa dan Amuk Ganjar Pranowo: Kami Baru Merintis Pak!
Jadi Jonathan Latumahina menganggap bahwa hukuman amat pantas dijalankan oleh para pelaku mengingat penganiayaan berat yang telah diterima oleh David.***

Share this article
Simak bagaimana kondisi terbaru David korban penganiayaan Mario Dandy, Jonathan Latumahina sebut soal cacat fisik.