AYOJAKARTA.COM---Buntut viralnya video penarikan paksa debt collector terhadap mobil seorang selebgram Clara Shinta, mengundang murka Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.
Kapolda Metro Jaya Fadil Imran mengaku sangat marah kepada para debt collector yang melakukan aksi premanisme dalam penagihannya dengan membentak dan memaki anggota polisi.
Bahkan Fadil Imran mengaku merasa darahnya seakan mendidih melihat anggotanya dimaki-maki oleh debt collector yang menagih mobil Clara Shinta.
Fadil merasa aksi premanisme di Jakarta sepertinya saat ini sudah mulai merajalela.
"Saya lihat preman ini sudah merajalela di Jakarta ini," kata Fadil seperti dikutip Ayojakarta.com pada akun Instagram @kabarnegri.
"Sampai tadi malam saya tidur jam 3, darah saya mendidih itu saya lihat anggota dimaki-maki begitu," ungkapnya.
Bagi Fadil Imran aksi premanisme di Jakarta seharusnya sudah tidak perlu lagi diberi tempat.
Fadil juga mengaku sedih melihat anggotanya yang dimaki-maki oleh debt collector.
Baca Juga: Update! Terjadi Gempa Susulan Turki M 6.4, Ditemukan 6 Orang Tewas dan 326 Luka-luka
"Ngga ada lagi tempatnya preman di Jakarta, jangan mundur, sedih hati saya itu bolak balik yang debt collector macam itu," ujar Fadil.
Fadil juga meminta agar debt collector yang menggunakan kekerasan dalam penagihan agar jangan dibiarkan.
"Jangan biarkan dia itu, lawan, tangkap jangan pakai lama," tegasnya.
Ia juga meminta kepada Kasat Serse untuk bergerak cepat menangani respon masyarakat terkait debt collector yang kasar.
Baca Juga: Pedas! Nikita Mirzani Mencak-mencak, Semprot Vonis Bharada E hingga Hakim: Kamu Itu Wakil Tuhan....
"Ini Kasat Serse jangan terlambat datang ke TKP kalau ada begitu. Cepat respon cepat tangkap preman-preman kaya gitu!" imbuhnya.
Bahkan tak hanya penindakan terhadap aksi premanisme oleh debt collector yang menjadi perhatian Fadil Imran.
Namun dirinya juga meminta agar diusut juga pihak leasing atau pengorder debt collector tersebut.
Agar pemberantasan aksi kekerasan dalam penagihan cepat tertangani.
Dan meminta agar perusahaan leasing tidak lagi memperbolehkan debt collector melakukan penagihan menggunakan aksi kekerasan atau premanisme.
"Debt collector juga kalau ada yang ngomongnya kasar, termasuk yang order itu perusahaan leasing itu tidak boleh debt collector menggunakan kekerasan. Menteror orang, enggak boleh lagi. Saya perintahkan kamu itu," perintah Fadil.***

Share this article
Bahkan tak hanya penindakan terhadap aksi premanisme oleh debt collector yang menjadi perhatian Fadil Imran, namun juga perusahaan leasing