AYOJAKARTA.COM--Mahfud MD secara terang-terangan mengaku bahwa dirinya memang membentuk opini di masyarakat untuk mengarahkan orang-orang dalam pemikirannya di kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.
Hal ini diakui secara langsung oleh Menko Polhukam itu ketika hadir dalam sebuah acara bertajuk “Kick Andy” yang tayang di METRO TV.
Dikutip AyoJakarta.com, Andy bertanya-tanya, mengapa Mahfud MD terus juga melantangkan suaranya berkaitan dengan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.
Menurutnya, orang-orang yang merasa keberatan dengan bukaan suara dari Mahfud MD mungkin akan merasa bahwa lebih baik Menko Polhukam itu diam.
Baca Juga: Wah! Sidang Etik Richard Eliezer dan Teddy Minahasa Bakal Digelar Bersamaan, Begini Kata Kapolri
“Bagi mereka yang keberatan dengan cuitan-cuitan Anda, lepas dari Anda menganggap diri Anda netral atau Anda tidak bermaksud untuk membentuk opini. Tapi karena Anda menteri, pak Mahfud ini harusnya diam,” kata Andy.
Andy pun menyampaikan, bahwa Mahfud MD merasa tidak keberatan apabila disebut telah membentuk opini di masyarakat saat proses hukum sedang berjalan.
“Jadi Anda keberatan kalau ada yang mengatakan bahwa Anda membentuk opini masyarakat pada saat proses hukum sedang berjalan,” katanya.
Baca Juga: Meski Sudah Divonis, Mahfud MD Sebut Ferdy Sambo Tidak Akan Dieksekusi Mati, Mengapa?
“Tidak, tidak keberatan sama sekali. Saya memang ingin membentuk opini agar opininya tidak sesat, opininya agar benar sesuai dengan apa yang saya yakini,” jawab Mahfud.
Pasalnya, Mahfud MD merupakan sosok yang tidak tahu menahu secara pasti apa yang telah terjadi dalam kejadian nyata pembunuhan Brigadir J.
Sehubungan dengan hal itu, Andy kemudian menyatakan bahwa Mahfud MD terlihat seperti menggiring opini selama ini.
“Atau sebaliknya orang bisa melihat Anda menggiring opini agar para pencari keadilan atau yang sedang dalam proses pencarian keadilan itu bahkan dihukum sesuai dengan opini Anda,” katanya.
“Saya mengemukakan opini tapi saya tidak katakan hukumannya harus sekian kan tidak. Saya berdoa mudah-mudahan anak baik ini dihukum ringan untuk Eliezer,” tegas Mahfud MD.
“Itu kan sudah mempengaruhi,” kata Andy.
Menjelaskan, Mahfud MD pun bercerita ketika pada akhirnya Richard Eliezer memutuskan untuk mengatakan kejujurannya, setelah dipengaruhi oleh doktrin dari skenario Ferdy Sambo.
“Rasa keadilan saya menolak untuk diam melihat hal itu,” kata Mahfud MD.
Mendengar hal tersebut, Andy kemudian menegaskan bahwa rasa keadilan yang dimiliki oleh Mahfud MD itu subjektif.
Apalagi dengan fakta bahwa dia adalah seorang menteri, apa pun yang dikatakan oleh Mahfud pasti akan berpengaruh besar terhadap suatu hal.
Menyanggah hal tersebut, Mahfud kemudian mengatakan bahwa setiap orang yang berpendapat di muka umum juga bisa membuat pengaruh besar dalam perkara ini.***

Share this article
"Saya memang ingin membentuk opini agar opininya tidak sesat, opininya agar benar sesuai dengan apa yang saya yakini,” jawab Mahfud