AYOJAKARTA.COM – Beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan jika terdapat gerakan bawah tanah dalam kasus Ferdy Sambo.
Gerakan yang dimaksud oleh Mahfud MD bertujuan untuk mempengaruhi Hakim dalam memberikan vonis kepada para terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat (J).
Terlebih jelang vonis yang akan dibacakan oleh Hakim dalam waktu dekat.
Hakim akan membacakan vonis kepada Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo pada 13 Februari 2023.
Sementara terdakwa lain yaitu Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal akan menjalani sidang vonis pada 14 Februari 2023.
Sedangkan Richard Eliezer akan divonis oleh Hakim pada 15 Februari 2023.
Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B. Ponto menyebutkan bahwa gerakan bawah tanah terhadap Hakim dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J memang ada.
“Kan sudah ada, Menko Polhukam sudah bilang ada gerakan bawah tanah, kan sudah pasti itu,” sebutnya.
Baca Juga: Berperan Andil dalam Kasus Ferdy Sambo, Kamaruddin Simanjuntak Bertekad Duduki Posisi Jokowi?
Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI menjelaskan bahwa gerakan bawah tanah yang dilakukan bisa saja berhasil tetapi belum tentu juga berhasil.
“Lalu apakah akan berhasil apa tidak kita lihat saja nanti,” jelasnya.
Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube MetroTV pada Sabtu (4/2/2023), Soleman Ponto mengungkapkan harus ada upaya untuk melawan upaya gerakan bawah tanah.
“Tetapi dengan adanya gerakan bawah tanah ini, harusnya ada upaya untuk melawan itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pengamat intelijen itu meminta untuk dilakukannya isolasi terhadap Hakim yang menangani kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
“Satu-satunya upaya untuk melawan itu, yang hanya bisa dilakukan yaitu kita harus mengisolasikan pak Hakim ini,” pintanya.
Purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Laut mengusulkan agar Hakim diisolasi di tengah laut.
“Kemarin kan dibilang para Hakim akan diamankan oleh polisi juga, ah ndak, Angkatan Laut saja, ditaruh ditengah laut saja pakai kapal,” usulnya.
Soleman menjelaskan jika Hakim diisolasi di tengah laut maka komunikasi terhadap dirinya akan terputus karena tidak adanya sinyal.
“Kan putus hubungan karena tidak ada sinyal, tidak ada manusia, ya sudah aman disana tidak ada lagi komunikasi dengan siapa saja sampai putusan itu,” jelasnya.
Baca Juga: Terbongkar Hutang Anne Ratna Mustika Capai Milyaran, Dedi Mulyadi Patahkan Tuduhan Tak Diberi Nafkah
Hal yang ditakutkan oleh Soleman Ponto apabila komunikasi terhadap Hakim masih dapat dilakukan maka upaya untuk mempengaruhi vonis akan terus diupayakan.
“Karena kalau sampai masih ada komunikasi itu sudah pasti masih ada upaya (gerakan bawah tanah) itu berjalan terus dan akan semakin keras, semakin dekat dengan hari putusan maka upaya itu akan semakin keras,” pungkasnya.***

Share this article
Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B. Ponto menyebutkan bahwa gerakan bawah tanah terhadap Hakim dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J memang ada