AYOJAKARTA.COM – Kuasa hukum keluarga Nofriansyah Yoshua Hutabarat yakni Kamaruddin Simanjuntak kembali memberikan pengakuannya soal kasus pembunuhan Brigadir J.
Kali ini, Kamaruddin Simanjuntak bocorkan fakta CCTV yang ia miliki terkait dengan pembunuhan Brigadir J.
Dalam sebuah acara bertajuk Fokus Terkini, awalnya Kamaruddin Simanjuntak menjelaskan bahwa terdakwa Ricky Rizal sudah tahu ada rencana pembunuhan Brigadir J.
Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Soal Hukuman Penjara 12 Tahun Richard Eliezer: Terlalu Berat, Dia Cuma Wayang
Kemudian, Kamaruddin juga mengatakan bahwa Kuat Maruf juga mengetahui rencana pembunuhan tersebut.
“Jadi begini, Ricky tau sejak awal demikian juga Kuat Maruf, itu bagian dari perencanaan bahwa Kuat Maruf harus memancing perkelahian kepada Yoshua, pemicu di Magelang,” jelas Kamaruddin dikutip AyoJakarta.com pada Kamis, 2 Februari 2023.
“Jadi kemudian yang berkelahi dalam arti persengketaan itu adalah antara Kuat Maruf dengan Yoshua tapi yang dilucuti senjatanya oleh Ricky Rizal adalah Yoshua. Harusnya yang dilucuti adalah pisau tapi ternyata pisau terbawa dari Magelang ke Jakarta, itu fakta pertama tidak bisa dibantah,” sambungnya.
Lalu, Kamaruddin juga menyinggung soal Ricky Rizal yang mengaku menolak untuk menembak Brigadir J tapi menerima bonus dari Ferdy Sambo.
“Yang berikutnya Ricky Rizal katanya menolak untuk menembak ketika ditawarkan untuk menembak, tetapi menerima bonusnya yaitu handphone dan Rp500 juta walaupun yang saya ketahui itu Rp 5 miliar dikeluarkan anggaran itu,” singgungnya.
Tidak hanya itu saja, Kamaruddin pun memaparkan mengenai rekaman CCTV asli yang ia miliki.
Dari CCTV tersebut, Kamaruddin berpendapat bahwa tidak mungkin Putri Candrawathi tidak mendengar ada suara tembakan di dalam rumah.
“Nah yang berikutnya katanya yang lain tidak dengar termasuk Ricky Rizal karena katanya dia terlambat buka sepatunya, tetapi yang di pintu itu sesuai CCTV yang asli yang sama saya sebelum ditembak ditutup dulu telinganya begini (pakai tangan), kok yang dipagar menutup telinga sedangkan yang di dalam tak dengar, Putri pun tak dengar kan Ajaib,” paparnya.
“Yang terjadi itu kan dinyalakan dulu petasan, baru dikasih kode ke dalam tembak, di dalam pintu itu tidak ada lagi di dalam CCTV itu Ricky Rizal. Artinya Ricky Rizal sudah dipastikan ada di dalam,” sambungnya.
Kamaruddin pun menegaskan bahwa seharusnya Putri mendengar suara tembakan karena ia melihat orang-orang yang berada di luar rumah menutup telingan dengan tangan.
“Maka kalau ada orang di dalam rumah ada tembakan dalam rumah dengan sebesar itu tidak terlalu sampai berapa kilometer pasti dia dengar, orang di luar aja dengar sampai tutup telinga, harusnya dengar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kamaruddin pun membeberkan hal penting mengenai Ferdy Sambo yang membawa Putri keluar dari kamar.
Kamaruddin menyebut bahwa Ferdy Sambo berbohong saat bercerita tentang bagaimana ia membawa Putri dari kamar usai penembakan.
“Ada yang penting, kemudian Ferdy Sambo berbohong dengan mengatakan istri saya keluar dengan saya bungkus (peluk) seperti ini, padahal Ferdy Sambo duluan yang keluar di CCTV itu dia berbicara dengan Romer dan yang lainnya baru enggak lama Putri dia menyusul, lalu ada yang berlari mengamankan dia apakah aman atau tidak,” tutupnya.***

Share this article
Kamaruddin Simanjuntak kembali memberikan pengakuannya soal kasus pembunuhan Brigadir J, termasuk beberkan CCTV.