Pengamat Intelijen Bongkar Rahasia Dibalik Tuntutan Jaksa Pada Ferdy Sambo CS: Richard Eliezer Alas Sepatu

Gaduh Gerakan Bawah Tanah Ferdy Sambo, Soleman Ponto: Unsur 340 Terpenuhi Tapi Tuntutan Tidak Maksimal (Youtube Kompas TV)
Gaduh Gerakan Bawah Tanah Ferdy Sambo, Soleman Ponto: Unsur 340 Terpenuhi Tapi Tuntutan Tidak Maksimal (Youtube Kompas TV)

AYOJAKARTA.COM – Polemik tuntutan jaksa yang menuntut pidana 12 tahun bagi Richard Eliezer masih berlanjut.

Banyak pihak yang dibuat terkejut dengan keputusan jaksa yang menuntut Richard Eliezer dengan pidana 12 tahun.

Dimana tuntutan tersebut jauh lebih berat dari terdakwa Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf yang hanya dituntut 8 tahun pidana.

Bahkan ramai beredar kabar jika ada ‘gerakan bawah tanah’ dalam proses persidangan terdakwa Ferdy Sambo CS ini.

Baca Juga: Cerita Ujang Zaenal Bisa Lolos dari Maut, Target ke 10 dalam Serial Killer Aki Wowon Cs

Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @jackcumi pada (20/1/23), salah satu pihak yang turut kecewa dengan keputusan jaksa tersebut adalah Soleman B. Ponto selaku Pengamat Intelijen.

Dalam suatu kesempatan, Soleman B. Ponto menuturkan tanggapannya terkait tuntutan pidana 12 tahun bagi terdakwa Richard Eliezer.

Dengan tegas Soleman B. Ponto mengatakan jika terdakwa Richard Eliezer jelas dikesampingkan oleh pihak jaksa dalam kasus ini.

“Eliezer dari awal sudah dibilang jaksa ini mengesampingkan, Eliezer dibandingkan dengan Ricky. Ricky itu seorang sersan polisi lalu lintas ingat sersan polantas, sudah sersan dia ada 6 tingkat di atas Eliezer, polantas lagi,” ujar Soleman B. Ponto.

Pengamat Intelijen tersebut mengatakan jika perbandingan pangkat keduanya sangat terlihat dalam tuntutan jaksa, bahkan Soleman menyebut jika pangkat Bharada E diibaratkan alas sepatu.

Baca Juga: Link Live Streaming - Fulham vs Tottenham Hotspur, Tuan Rumah Sangat Perlu Diwaspadai!

“Apa polisi lalu lintas, sebagai polisi lalu lintas dia bisa berpikir, dia sudah terbiasa dengan otoritas diri sendiri, kesalahan sedikit bisa ditilang sama Pak Ricky tetapi yang namanya Eliezer itu Barada, Bantara Dua itu kalau kita bilang itu alas sepatu,” tegas Soleman B. Ponto.

“Pangkat yang paling di bawah sekali, sudah pangkat paling di bawah sekali dia itu di Brimob,” imbuhnya.

Soleman juga menegaskan jika dengan pangkat yang dimiliki Richard Eliezer menempatkan dirinya dalam posisi tidak boleh berpikir sama sekali.

“Nah di Brimob pangkat yang paling bawah sekali itu tidak pernah boleh berfikir, mereka itu hanya melaksanakan perintah. Nah kita lihat Eliezer dibanding dengan Sambo, paling bawah itu Eliezer,” ujar Pengamat Intelijen tersebut.

Selain itu, Soleman B. Ponto juga menjelaskan bukti jika Richard Eliezer benar-benar hanya bisa menjalankan perintah dan tidak boleh berfikir terlebih dahulu.

Baca Juga: Perlu Direnungkan! Nasihat Ustadz Adi Hidayat untuk Para Perokok : Lebih Baik Berhenti karena Rokok Itu…

“Nah kita lihat lagi di persidangan ada hal-hal sebelum terjadi itu ada pertama pertemuan Pak Sambo dengan Eliezer, Sambo sudah tanya mana senjatamu ada? Ada, ini peluru isi senjatamu nah itu yang kedua. Yang ketiga nanti kamu bisa bantu saya nembak ya siap, sudah ada 3 pendahuluan,” jelas Soleman.

Selanjutnya Soleman menuturkan jika keharusan untuk menjalankan perintah dari atasan merupakan sebuah keharusan.

“Nah budaya di militer, saya bilang militer ada itu di Brimob ya, kalau sudah ada 3 pendahuluan seperti ini maka ketika tiba saatnya apapun ucapan keluar dari Sambo mau sikat, hajar, tending, hantam, itu hanya satu di otaknya Bharada itu,” ujar Soleman.

Lebih lanjut ia menuturkan, “Di otaknya hanya satu tembak mati ulangi tembak mati, karena apa? Karena sudah dikasih peluru, sudah dibilang tembak, sudah ditanya senjatanya. Itulah didikan bagi seorang tamtama yang ada di semi militer yang kalau kita bilang Brimob itu militer karena mereka masih suka ikut perang dengan TNI.”

Baca Juga: Saat Brigadir J Diajak ke Magelang, Ada Gladi Resik Pembunuhan hingga Yosua Tak Sadar? Kamaruddin: Cek CCTV

Sehingga dengan demikian, Soleman menegaskan jika Richard Eliezer murni hanya bisa menjalankan perintah dari Ferdy Sambo saja dalam kasus ini.

“Jadi mereka si Eliezer ini tidak bisa bukan tidak bisa tidak boleh berfikir, didikannya tidak boleh berfikir hanya melaksanakan tugas dan dia bilang,” jelas Soleman.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Pengamat Intelijen
# Richard Eliezer
# Ferdy Sambo
# rahasia

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.