AYOJAKARTA.COM - Terdakwa Ferdy Sambo mengaku lepas kendali hingga emosi seusai mendengar Brigadir J alias Yoshua Hutabarat karena terkesan menantang.
Disisi lain terdakwa Ferdy Sambo kembali membantah beberapa keterangan terdakwa Richard Eliezer yang tak lain mantan ajudannya terkait perintah tembak Yosua.
Dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube Kompas Tv bahwa keterangan tersebut terungkap ketika Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa 10 Januari 2023.
Menurut Sambo, sebelum Bharada E alias Richard Eliezer menembak Brigadir J, dirinya sempat menanyakan soal kejadian di Magelang, Jawa Tengah.
"Saya tanya kepada Yoshua, kenapa kamu tega sama ibu?" tanya Sambo di PN Jaksel.
Setelah menayakan hal tersebut kepada Brigadir J, Ferdy Sambo mengaku makin emosi mendengar suaranya. Sebab, dia merasa Brigadir J telah menantangnya, yang mana merupakan seorang jenderal bintang dua.
"Jawaban yang diberikan Yoshua itu saya lihat menantang," jelasnya.
Selanjutnya, Ketua Majelis Hakim PN Jaksel, Wahyu Iman Santoso menggali keterangan Ferdy Sambo lebih lanjut.
Baca Juga: Ferdy Sambo Menyesal Tidak Visum Putri Candrawathi, Hakim Justru Singgung Penyakit Menular Seksual
Hakim Wahyu berpendapat bahwa jawaban Brigadir J harus terungkap di persidangan.
"Apa jawaban dari korban?" cecar Hakim Wahyu.
Ferdy Sambo menerangkan Brigadir J mengelak untuk menjawab peristiwa di Magelang, soal peristiwa pelecehan seksual kepada Putri Candrawathi.
"Dia bilang, 'tega apa komandan?'," kata Sambo menirukan jawaban Brigadir J.
Selanjutnya, Sambo mengaku lepas kendali karena emosi sehingga memerintahkan Bharada E untuk menghajar Brigadir J.
"Loh, kamu kurang ajar sama Ibu. Saya perintahkan Richard untuk hajar," imbuhnya.***

Share this article
Ferdy Sambo kembali membantah beberapa keterangan terdakwa Richard Eliezer yang tak lain mantan ajudannya terkait perintah tembak Yosua.