AYOJAKARTA.COM - Potensi bencana untuk wilayah DKI Jakarta tidak hanya disebabkan oleh banjir dan gempa bumi akibat pergerakan sesar.
Baru-baru ini akun Instagram @bpbddkijakarta merilis info prakiraan wilayah dengan potensi terjadi gerakan tanah di wilayah DKI Jakarta bulan Januari 2023.
Dalam unggahan, ditampilkan sebuah peta dengan informasi wilayah prakiraan pergerakan tanah, dituliskan keterangan dalam caption mengenai prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah tersebut disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.
BPBD DKI Jakarta mendapatkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Geologi atau PVMBG dengan sebaran sebanyak 15 daerah di Provinsi DKI Jakarta yang berada di Zona Menengah. Berikut ini rinciannya:
Jakarta Pusat:
1. Kecamatan Menteng
Jakarta Selatan:
2. Kecamatan Cilandak
3. Kecamatan Jagakarsa
4. Kecamatan Kebayoran Baru
5. Kecamatan Kebayoran Lama
6. Mampang Prapatan
7. Kecamatan Pancoran
8. Kecamatan Pasar Minggu
9. Kecamatan Pesanggrahan
10. Kecamatan Tebet
Jakarta Timur:
11. Kecamatan Cakung
12. Kecamatan Kramat Jati
13. Kecamatan Matraman
14. Kecamatan Pasar Rebo
15. Kecamatan Pulo Gadung
Berdasarkan pembagiannya, BPBD mengkategorikan dua zona yang merupakan titik rawan pergerakan tanah.
Dua kategori zona tersebut adalah zona menengah dan zona tinggi, untuk zona menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.
Sedangkan pada zona tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
Pihak BPBD DKI Jakarta kemudian menghimbau agar Lurah, Camat dan masyarakat untuk mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat hujan di atas normal.
Sebelumnya dikutip dari laman bnpb.go.id (10/1/2023), bencana pergerakan tanah pernah mengenai wilayah Kabupaten Bogor pada 20 September 2022.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor sebanyak 246 unit rumah terdampak, sedikitnya 9 unit rumah rusak berat dan 73 unit rumah rusak sedang.
Selain itu 1 unit fasilitas pendidikan dan mushola juga terdampak. Ruas jalan Kampung Curug juga mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dilewati semua jenis kendaraan.***

Share this article
Waspada, BPBD DKI Beri Peringatan Dini Potensi Gerakan Tanah, Dampak Kerusakan Parah Pernah Terjadi di Bogor