AYOJAKARTA.COM - Aktivitas kegempaan yang melanda wilayah Indonesia akhir-akhir ini memaksa kita untuk lebih mengenal bencana apa yang kemungkinan ada disekitar kita.
Gempa susulan yang terus terjadi di wilayah Jawa Barat dan selalu dirasakan oleh warga DKI Jakarta membuat kita khawatir akan aktivitas gempa megathrust.
BMKG pun telah mempetakan wilayah yang kemungkinan akan terdampak gempa megathrust yang berada di 8 Kabupaten yaitu Pandeglang, Lebak, Sukabumi, Cianjur, Kulonprogo, Gunung Kidul, Bantul serta Pacitan.
Para ahli pun memperingatkan masyarakat yang berada di wilayah DKI Jakarta akan adanya bencana yang melanda di wilayah tersebut.
Hal ini bukan tanpa sebab, wilayah DKI Jakarta dilewati oleh sebuah sesar yang terpantau cukup aktif yaitu Sesar Baribis.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Harian Kompas pada Sabtu (10/12/2022), Sesar Baribis ini merupakan jalur patahan yang terletak berjarak 25 km di Selatan Jakarta.
Baca Juga: Bukan Gempa Sesar Baribis yang Akan Menimbulkan Korban Jiwa, Tapi Hal Ini Kata Ahli
Pada saat ini kondisi sesar tersebut dalam keadaan terkunci, ketika energi peregangan yang akhirnya diakumulasikan terlepaskan maka akan menimbulkan gempa yang besar.
Terlebih lagi sejarah mengatakan bahwa Sesar Baribis ini pernah membuat gempa bumi besar pada ratusan tahun silam.
Jika perkiraan para peneliti itu benar akan adanya gempa megathrust yang melanda wilayah megapolitan Jabodetabek, maka sebanyak 29 juta jiwa atau 11 persen penduduk Indonesia dalam ancaman.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Sesar Cimandiri, Sesar Baribis dan Sesar Mataram di Jalur Gempa Bumi
Hal ini disampaikan ahli melalui penelitiannya yang dipublikasikan melalui kanal YouTube Harian Kompas yaitu gempa besar yang akan terjadi di Jakarta - Bogor yang ditulis oleh guru besar Fakultas Pertambangan dan Perminyakan ITB Sri Widiyantoro dan team.
Hingga saat ini para peneliti seperti berlomba dengan waktu untuk dapat memperkirakan kapan gempa tersebut akan melanda.
Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari yang merupakan salah satu anggota tim penelitian gempa megathrust menjelaskan tentang prediksi terjadinya gempa besar tersebut yang diunggah oleh YouTube Harian Kompas.
Dengan menggunakan Global Positioning System (GPS) ia mengatakan bahwa gempa bumi di Selatan Jawa diprediksi setiap 400 tahun.
Sejarah menyebutkan bahwa gempa bumi megathurst yang terakhir mengguncang selatan Jawa terjadi pada tahun 1818.
"Dia bisa sampai itu dengan pereda akumulasi energi 400 tahun, sedangkan kita masih punya catatan sejarah terakhir di 1818, kita belum punya nih yang crossing sampai 400 tahun, jadi kita nggak tau nih ini terakhir, ini terjadinya kapan, sehingga kita masih belum bisa menentukan ini kira-kira berapa puluh tahun lagi dia akan mengulang dengan kekuatan 8,8 hingga 9," papar Abdul Muhari.
Meski begitu, peneliti tetap tidak bisa memprediksi kapan tepatnya bencana gempa bumi megathrust akan melanda wilayah DKI Jakarta.***

Share this article
Peneliti benarkan adanya gempa megathrust yang melanda wilayah megapolitan Jabodetabek, sebanyak 29 juta jiwa terancam.