AYOJAKARTA.COM – Kisah seorang dokter asal Indonesia bernama Prof. dr. Padmosantjojo begitu menarik perhatian publik.
Padmosantjojo merupakan seorang dokter spesialis bedah saraf yang melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam dempet kepala pertama di Indonesia.
Operasi pemisahan bayi kembar siam dempet kepala tersebut dilakukan oleh dokter Padmosantjojo di tahun 1987.
Diketahui bayi kembar siam tersebut bernama Yuliana dan Yuliani, di mana operasi pemisahan keduanya kala itu dilakukan di RS Cipto Mangunkusumo.
Bagaimana kisah selengkapnya tentang dokter Padmosantjojo dalam melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam dempet kepala tersebut?
Diinformasikan oleh akun TikTok @millenialzkece pada 4 Februari 2023, kembar siam dempet kepala vertikal yang terjadi kepada bayi Yuliana dan Yuliani merupakan kasus yang sangat langka dan juga begitu sulit dilakukan.
Tetapi, dengan pengalamannya, Dokter Padmosantjojo berani mengambil tindakan operasi kepada dua bayi malang tersebut.
Kemudian tepat pada tanggal 21 Oktober 1987, Dokter Padmosantjojo memimpin 40 dokter lain untuk melakukan operasi sekitar 13 jam.
Baca Juga: Kondisi Kesehatan Mental Dokter Qory, Pasca KDRT yang Dilakukan Suaminya
Bahkan operasi pemisahan bayi Yuliana dan Yuliani kala itu dikenal sebagai operasi paling rumit dalam sejarah kedokteran Indonesia.
Dokter Padmosantjojo bahkan mengatakan jika operasi tersebut seperti membelah uang kertas, yang mana tidak boleh merusak gambar di masing-masing sisi.
Saat proses operasi, Dokter Padmosantjojo harus memisahkan selaput otak (duramater) dan membelah pembuluh darah vena (sinus sagitalis) di otak menjadi dua bagian.
Dengan segenap kemampuannya, akhirnya Dokter Padmosantjojo berhasil memisahkan kembar siam dempet kepala Yuliana dan Yuliani dan operasi pun berjalan lancar.
Baca Juga: Sering Jadi Korban Kekerasan Rumah Tangga, Ternyata Dokter Qory Mengalaminya Sejak Tahun Segini
Tak hanya itu saja, Dokter Padmosantjojo bahkan melunasi biaya operasi kedua bayi tersebut dengan uang pribadinya lantaran orang tua dari para bayi bukan dari orang berada.
Selama proses operasi hingga pemulihan, Dokter Padmosantjojo juga memboyong bayi Ana Ani beserta kedua orang tuanya ke Jakarta serta memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Bagi Dokter Padmosantjojo masa di bawah 5 tahun merupakan fase penting pertumbuhan otak, sehingga ia masih terus memantau perkembangan bayi yang berhasil ia pisahkan tersebut.
Begitu mulianya, Dokter Padmosantjojo sampai menyekolahkan Yuliana dan Yuliani hingga jenjang kuliah.
Baca Juga: Fakta Willy Sulistio Suami Dokter Qory yang Kini Jadi Tersangka KDRT, Pengangguran dan Banyak Utang?
Yuliana kemudian berhasil menjadi dokter ilmu nutrisi dan teknologi pakan lulusan IPB dengan IPK 4.0 atau cumlaude.
Sedangkan kembarannya Yuliani juga berhasil lulus sebagai dokter dari Fakultas kedokteran Universitas Andalas, Padang.
Kisah mulia dokter Padmosantjojo tersebut hingga kini terus menjadi inspirasi bagi banyak orang.***

Share this article
Begitu mulianya, Dokter Padmosantjojo sampai menyekolahkan Yuliana dan Yuliani hingga jenjang kuliah.