AYOJAKARTA.COM - Harga beras di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk DKI Jakarta naik dalam beberapa waktu terakhir.
Berikut produksi padi di DKI Jakarta berdasarkan data survey dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Mendekati akhir tahun, sejumlah harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Salah satunya beras.
Meski berstatus sebagai Kota Metropolitan, DKI Jakarta masih memiliki lahan pertanian padi sawa.
Meskipun tergolong rendah. Pada triwulan II-2024, pertanian DKI Jakarta hanya menyumbang 0,07 persen dari perekonomian DKI Jakarta.
Dilansir Ayojakarta.com dari jakarta.bps.go.id, Senin 28 Oktober 2024, luas panen padi sawa di Jakarta pada 2023 mencapai 542,93 hektare.
Angka tersebut naik 65,68 hektare atau 13,76 persen dibanding tahun sebelumnya.
Puncak panen di 2023 terjadi pada Bulan Januari dan Juli atau sama dengan 2022.
Luas panen padi pada Januari dan Juli 2023 berturut-turut mencapai 156,73 dan 116,95 hektare.
Sedangkan pada Januari dan Juli 2022 luas panen padi berturut turut tercatat 129,13 dan 129,64 hektare.
Produksi padi di DKI Jakarta sepanjang Januari - Desember 2023 mencapai 2.674,28 ton Gabah Kering Giling (GKG).
Baca Juga: Sebagus Apa sih MSI Cyborg 15 AI A1V? Laptop Gaming yang Sudah Dilengkapi Teknologi AI
Angka ini naik 336,51 ton GKG atau 14,39 persen dibandingkan 2022 yang sekitar 2.377,77 ton GKG.
Produksi padi tertinggi pada 2023 terjadi pada bulan Januari yakni 743,31 ton GKG.
Sedangkan produksi terendah terjadi pada bulan November sekitar 54,35 ton GKG.

Share this article
Meskipun tergolong rendah. Pada triwulan II-2024, pertanian DKI Jakarta hanya menyumbang 0,07 persen dari perekonomian DKI Jakarta.