Lajang Lebih Bahagia? Inilah Tren Angka Indeks Kebahagiaan Warga DKI Jakarta Berdasarkan Status Perkawinan

Tren Angka Indeks Kebahagiaan Warga DKI Jakarta Berdasarkan Status Perkawinan
Tren Angka Indeks Kebahagiaan Warga DKI Jakarta Berdasarkan Status Perkawinan

AYOJAKARTA.COM- Tren angka naik turun dalam data indeks kebahagiaan yang dipublikasikan oleh BPS DKI Jakarta menunjukan adanya kepuasan hidup yang berbeda- beda pada setiap warganya.

Dimana adanya kenaikan angka indeks kebahagiaan bagi warga yang belum menikah dibandingkan dengan warga yang mengalami cerai hidup.

Perbandingan angka dalam tersebut dilihat dari data indeks kebahagiaan warga DKI Jakarta berdasarkan status perkawinan Tahun pada 3 Tahun terakhir (2014- 2017).

Baca Juga: Bagaimana Ajukan Sanggahan Seleksi Administrasi PPPK 2024 Jika TMS? Begini Langkah dan Contoh Bahasa yang Tepat

Banyak yang bertanya apakah dari data tersebut membuktikan seseorang akan lebih bahagia saat masih lajang alias belum menikah dengan orang yang sudah menikah atau bahkan dengan seseorang yang telah bercerai baik cerai mati atau cerai hidup?

Berikut fakta yang ada berdasarkan data yang telah dipublikasikan pada tanggal 18 Agustus 2021 oleh BPS DKI Jakarta dalam laman resminya Jakarta.bps.go.id yang dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Kebahagiaan sendiri merupakan suatu perasaan yang ada pada hati seseorang dengan adanya nyaman, nikmat, dan kepuasan hidup dalam mencapai kualitas kehidupan orang tersebut.

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kebahagiaan itu sendiri, seperti faktor ekonomi, jenis kelamin, status perkawinan dan lain sebagainnya.

Berikut data indeks kebahagiaan warga DKI Jakarta berdasarkan status perkawinan pada Tahun 2014 dan 2017 yang dikutip dari laman resmi Jakarta.bps.go.id oleh ayojakarta (28/10/24) sebagai berikut:

Baca Juga: Cocok untuk yang Suka Kegiatan Outdoor, 7 Smartwatch Terbaik 2024: Tangguh dan Kaya Fitur

· Belum Menikah atau Lajang

Tahun 2014= 67.76 persen

Tahun 2017= 71.84

 · Menikah

Tahun 2014= 69.32 persen

Tahun 2017= 71.80

 · Cerai Hidup

Tahun 2014= 67.90 persen

Tahun 2017= 67.03

· Cerai Mati

Tahun 2014= 69.29 persen

Tahun 2017= 69.39

Baca Juga: REVIEW! Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan iPad Mini 7 Generation 2024 yang Harus Diketahui?

Dapat dilihat dari tren angka indeks kebahagiaan berdasarkan status perkawinan warga DKI Jakarta pada Tahun 2014 dan 2017 terdapat kenaikan persentase bagi warga yang belum menikah 4.08 persen, untuk warga yang menikah mengalami kenaikan sebesar 2.48 persen, dan bagi warga yang mengalami cerai mati mengalami kenaikan sebesar 0.1 persen.

Tak hanya adanya kenaikan pada 3 sub status perkawinan di atas, namun ada pula penurunan persentase indeks kebahagiaan bagi warga yang mengalami cerai hidup sebesar 0.87 persen.

Hal ini menunjukan bahwa adanya rasa kebahagiaan yang lebih dari orang yang mengalami perceraian atau bercerai dengan pasangannya yang masih hidup.

Ada faktor kesedihan hingga kekecewaan sehingga adanya penurunan kebahagiaan pada seseorang yang telah bercerai atau ditinggalkan pasangannya yang masih hidup.

Berbeda dengan perceraian yang ditinggalkan pasangannya yang telah meninggal atau cerai mati, terlihat adanya kenaikan kebahagiaan bagi warga DKI Jakarta.

Kendati begitu, berbeda dengan seseorang yang telah mengalami kegagalan pernikahan, seseorang yang telah mengambil komitmen untuk menikah juga mengalami kebahagiaan di hidupnya.

Baca Juga: Harus Tahu! Apa Itu Advanced Air Mobility (AAM) dan Bagaimana Dampaknya terhadap Kemacetan di Indonesia?

Dilihat dari tren angka indeks kebahagiaan berdasarkan status perkawinan yang naik hingga 71.80 di Tahun 2017.

Meskipun adanya kenaikan namun tidak sebanyak dari status pernikahan yang belum menikah, terlihat bagi seseorang yang masih lajang dan belum menikah lebih merasakan kebahagiaan, dimana hal ini juga dapat dipengaruhi oleh beban dan resiko kepuasaan hidup yang lebih minim.

Karena seseorang yang masih sendiri atau belum menikah memiliki tanggung jawab yang lebih rendah atau Ia hanya bertanggung jawab atas dirinya saja.

Dari tren angka diatas didapatkan dari metode pengukuran indeks kebahagiaan pada Tahun 2017 yang mengalami perubahan dibandingkan Tahun 2014.

Dimana adanya penambahan cakupan indeks kebahagiaan yakni dimensi makna hidup (eudaimonia) dan dimensi perasaan (affect).

Selain itu, perubahan yang terjadi pada Tahun 2017 yaitu adanya pembagian dimensi kepuasan hidup menjadi sub dimensi kepuasan hidup personal dan sub dimensi hidup sosial.

Jadi bagi seseorang yang masih lajang dan belum menikah terlihat mengalami kebahagiaan di hidupnya daripada yang mengalami kegagalan pernikahan atau cerai hidup.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# status perkawinan
# DKI Jakarta
# DKI Jakarta
# kebahagiaan

News Update

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.