AYOJAKARTA.COM - Upaya untuk memperoleh bukti kecurangan Pilkada Jakarta, menjadi alasan bagi pasangan Ridwan Kamil-Suswono (Rido) menggelar sayembara.
Melalui sayembara, tim pemenangan pasangan Rido menjanjikan uang senilai Rp 10 juta jika masyarakat mampu menunjukkan kecurangan Pilkada Jakarta.
Langkah tersebut dipandang perlu dilakukan, mengingat tujuan dari proses diadakannya Pilkada Jakarta adalah mendapat pemimpin yang amanah.
Karena berpotensi menjadi mercusuar kedewasaan berpolitik, proses pemilihan Pilkada Jakarta perlu menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Perspektif terkait alasan digelarnya sayembara tersebut, disampaikan oleh Eka Gumilar yang merupakan Jubir Paslon Rido.
Menurut Eka, antusiasme masyarakat untuk memberikan masukan dan laporan terkait dugaan kecurangan Pilkada Jakarta cukup besar.
Baca Juga: STY Bantah Sepelekan Piala AFF 2024 dengan Membawa Pemain U22
Namun demikian, Eka menegaskan tim tetap melakukan langkah-langkah penyaringan untuk memastikan laporan yang diterima.
“Kita inventarisir apakah ini memang valid, bagaimana kondisinya di lapangan dan sebagainya, dan tentu akan menjadi alat bukti yang kuat,” ungkap Eka.
Lebih lanjut Eka menegaskan, seluruh laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan adanya kecurangan Pilkada Jakarta akan dijadikan bahan rujukan ke Bawaslu.
Meski tidak dapat memastikan jumlah laporan pengaduan yang telah diterima oleh Tim Kuasa Hukum, Eka memberi apresiasi kepada masyarakat selaku pemberi laporan.
Baca Juga: Satu grup dengan Vietnam, STY Pasang Target Tinggi di Piala AFF 2024
“Kita mau proses Pilkada Jakarta menjadi contoh seperti yang kita harapkan sama-sama, yang penting masyarakat bisa menangkap semangatnya,” jelas Eka.
Sehubungan dengan sayembara berhadiah uang tunai yang digelar tim Rido, Fadli Ramadhanil selaku Manajer Program Perludem memberi tanggapan.
Menurut Fadli, langkah gelaran sayembara yang dilakukan pasangan Rido perlu dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek baik sosial maupun politik.
Disamping itu, gelaran sayembara tim pemenangan pasangan Rido juga masih menjadi hal yang dapat mengundang banyak pertanyaan sehingga perlu diperjelas.
“Karena yang sekarang mau dicari itu kecurangan di tahapan yang mana, ini pemungutan suara dan perhitungan suara sudah selesai,” ungkap Fadli.
Proses Pilkada Jakarta, menurut Fadli memiliki berbagai fase atau tahapan yang masing-masing sudah berjalan sesuai dengan ketentuan.
Sayembara untuk menemukan bukti adanya dugaan kecurangan, menurut Fadli perlu lebih dikhususkan oleh tim pemenangan Rido.
Baca Juga: Bikin Cape! 6 Tanda Lingkungan Toxic yang Bisa Merusak Karakter dan Mengganggu Hidup
Untuk memastikan ada atau tidaknya kecurangan dalam Pilkada Jakarta, Fadli menyebut perlu dilakukan sejak awal bukan setelah proses perhitungan suara hampir diselesaikan.
“Mestinya upaya untuk mengawal proses penyelenggaraan Pilkada ini dilakukan dari dulu, dan kalau ada kecurangan mestinya segera dilaporkan,” pungkas Fadli.

Share this article
Melalui sayembara, tim pemenangan pasangan Rido menjanjikan uang Rp 10 juta jika ada yang mampu menunjukkan kecurangan Pilkada Jakarta.