AYOJAKARTA.COM – Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Merah Putih Bantar Gebang, akan menjadi solusi permasalahan sampah warga Jakarta.
Melalui proyek PLTSa Merah Putih Bantar Gebang, Pemprov Jakarta memperkirakan limbah sampah yang sebelumnya dianggap beban dalam waktu dekat akan menjadi harta karun.
Sebab dari setiap 2.500 ton sampah yang ada, PLTSa Merah Putih Bantar Gebang dapat mengubahnya menjadi energi listrik sebanyak 1.500 Megawatt bagi warga Jakarta.
Akibat dari proses pemenuhan kebutuhan hidup dan konsumsi harian, setiap hari sebanyak sekitar 7.700 ton sampah terus dihasilkan oleh warga Jakarta.
Ironisnya, jumlah tersebut belum termasuk pada cadangan sampah di TPA Bantar Gebang yang sudah mencapai sekitar 56 juta ton.
Karena itu dengan beroperasinya PLTSa Merah Putih Bantar Gebang, berbagai persoalan lingkungan akibat sampah akan segera tertangani.
“Dulu sampah menjadi beban, sebentar lagi sampah ini akan berubah seperti harta karun yang diperebutkan,” jelas Gubernur Jakarta dikutip Ayojakarta dari beritajakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung saat menghadiri acara Future Talk di Taman Ismail Marzuki, 13 Juni lalu.
Pemanfaatan limbah sampah masyarakat sehingga menjadi sumber energi listrik, sebelumnya sudah diprakarsai oleh Pemprov Surabaya pada 2012 silam.
Melalui TPA Benowo Waste Energy, Pemprov Surabaya berhasil mengubah sekitar 1000 ton limbah sampah untuk mengalirkan listrik kepada sekitar 5.800 rumah warga.
Menurut Hari Sunjaya selaku Deputi General Manager TPA Benowo, proses pengolahan sampah menjadi sumber energi listrik dihasilkan melalui proses metana dan gasifikasi.
Hawa panas serta metana yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah tersebut, menurut Hari akan menghasilkan uap.
Melalui uap yang yang diperoleh, proses PLTSa akan dihubungkan langsung ke gardu induk untuk membangkitkan energi listrik.
Energi listrik yang sudah tersimpan melalui serangkaian proses panjang tersebut, menurut Hari selanjutnya akan didistribusikan kepada masyarakat sekitar.
Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Presiden Prabowo Tuntaskan Sengketa 4 Pulau Aceh-Sumut Secara Cepat
Mengusung konsep yang tidak jauh berbeda, proyek uji coba PLTSa Merah Putih Bantar Gebang pada 2019 mulai diresmikan oleh Pemprov Jakarta.
Diawali dengan pemilahan sampah untuk mempermudah dan menjamin efektivitas proses insinerasi atau pembakaran, tim akan mengeringkan sampah.
Dari proses pembakaran sampah dengan suhu berkisar 800° hingga 1000° Celcius, uap panas yang dihasilkan akan diubah menjadi energi penggerak generator.
Melalui generator yang disediakan, hasil rangkaian proses akan digunakan untuk mengubah energi gerak menjadi listrik untuk disalurkan kepada warga Jakarta. ***

Share this article
Melalui proyek PLTSa Merah Putih Bantar Gebang, Pemprov Jakarta memperkirakan limbah sampah 2.500 ton menjadi energi listrik.