AYOJAKARTA.COM--Hujan deras yang mengguyur Ibukota Jakarta pada 27 Februari 2023 menyebabkan sejumlah genangan air di sejumlah jalan.
Akibatnya, sejumlah ruas jalan di Ibukota Jakarta mengalami penumpukkan kendaraan hingga sejauh ratusan meter.
Kemacetan kendaraan yang terjadi tersebut tersebar pada sejumlah titik ruas jalan di wilayah Ibukota Jakarta.
Di Wilayah Jakarta Selatan, kemacetan sejak pagi dialami oleh masyarakat yang melintasi kawasan Kemang Timur.
Baca Juga: Update Jakarta Banjir Hari Ini! Sejumlah Wilayah Tergenang dan Macet!
Akibat kemacetan tersebut, jalur jalan yang seharusnya berguna untuk dua arah menjadi tumpukkan kendaraan bermotor.
Kemacetan jalan juga sempat terpantau di daerah Pondok Indah yang menuju ke arah Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Bukan hanya di kawasan Kemang dan Pondok Indah, kemacetan juga sempat terpantau di sekitar Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Suasana kemacetan juga dialami oleh warga Jakarta yang hendak dan telah melintasi kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.
Selain di sejumlah kawasan Jakarta Selatan tersebut, kemacetan juga sempat terpantau di wilayah Jakarta Timur.
Tepatnya di sekitaran Cibubur, dimana terjadi penumpukkan kendaraan yang menuju ke perbatasan Bekasi, arah Depok serta Bogor.
Di wilayah perbatasan Jakarta, tepatnya di Jalan Raden Saleh Karang Tengah, kemacetan jalan juga terpantau rapat padat.
Maraknya kemacetan, baik yang diakibatkan karena genangan air atau ketidak-seimbangan antara volume jalan dengan kendaraan tentu berdampak ekonomis.
Sebanyak 2,2 juta liter per hari setidaknya jumlah bahan bakar minyak yang digunakan secara tidak tepat guna akibat kemacetan jalan.
Baca Juga: Menakar Harga Motor Gede Harley Davidson Milik Dirjen Pajak Suryo Utomo: Ternyata Setara Mobil LCGC!
Dengan mengacu pada jumlah angka liter tersebut, menandakan bahwa DKI Jakarta mengalami kerugian mencapai Rp 71,4 triliun rupiah.
Potensi kerugian besar bagi Jakarta akan dampak dari kemacetan juga sempat diingatkan oleh Presiden Joko Widodo.
Pada tahun 2019, wilayah Jabodetabek diketahui mengalami kerugian sebesar Rp 65 Triliun setiap tahun akibat kemacetan.
Hal tersebut diperburuk dengan adanya kebijakan berupa 0 % pajak pembelian kendaraan serta diskon pajak hingga tahun 2022.
Setelah pandemi reda, dan PPKM dicabut, akibatnya jumlah kendaraan yang beroperasi tidak sebanding dengan volume ruas jalan tersedia.
Baca Juga: Senin Pagi Jakarta Diguyur Hujan, Air Kali Ciliwung Meluap Pemukiman Warga Terendam Hampir 2 Meter
Guna meminimalisir dampak kerugian yang diakibatkan kemacetan, Presiden menegaskan pentingnya menggunakan fasilitas berupa transportasi umum.
Dengan beralihnya penggunaan moda transportasi dari pribadi ke umum, diharapkan akan mampu mengurangi kerugian di Ibukota Jakarta.
Demikian seperti dilansir Ayojakarta dari halaman instagram @finfolkmoney pada Senin, 27 Februari 2023. ***

Share this article
Suasana kemacetan juga dialami oleh warga Jakarta yang hendak dan telah melintasi kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.