AYOJAKARTA.COM - Depo Pertamina Plumpang mengalami kebakaran hebat pada hari Jumat, 3 Maret 2023 sekitar pukul 20.11 WIB.
Kebakaran yang terjadi di Depo Pertamina Plumpang mengakibatkan 17 orang meninggal dunia.
Menurut keterangan warga di sekitar Depo Pertamina Plumpang, sebelum kejadian tercium bau bensin yang sangat menyengat dan tidak lama berselang terjadi kebakaran hebat.
Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube METRO TV pada Sabtu (4/3/2023), pengamat energi, Kurtubi mengucapkan turut berbela sungkawa kepada korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang, ia turut prihatin atas kejadian tersebut.
Menurut Kurtubi, kejadian kebakaran di Depo Pertamina Plumpang merupakan peristiwa terbesar di bidang perminyakan dalam kurun waktu beberapa tahun.
“Luar biasa ini, kalau bisa dibilang ini peristiwa terbesar dalam kurun waktu beberapa tahun di bidang perminyakan,” tuturnya.
Baca Juga: Update Terkini Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: Korban Meninggal 13 dan Luka-luka 49 Orang
Lebih lanjut, pengamat energi tersebut menyebutkan bahwa Pertamina harus melakukan evaluasi karena kejadian kebakaran sudah berulang kali terjadi.
Sebagai informasi, pada tahun 2022 terjadi kebakaran 2022 di tangki BBM integrated terminal (IT) milik Pertamina di Desa Balongan, Indramayu.
Setahun sebelumnya, pada tahun 2021, kilang minyak milik Pertamina terbakar akibat sambaran petir di CIlacap.
Baca Juga: Sebelum Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Warga Sempat Sesak Nafas Karena Bau Menyengat dari...
Kurtubi menjelaskan bahwa seharusnya Pertamina dapat mengambil pelajaran dari kejadian kebakaran di Depo Pertamina Plumpang dan tempat-tempat lainnya.
“Mestinya Pertamina itu belajar dari pengalaman, kasihan saya melihat Pertamina sekarang ini,” jelasnya.
Menurut pengamat energi tersebut kebakaran biasanya dimulai dengan bau yang menyengat. Hal tersebut menandakan adanya pipa yang bocor.
Baca Juga: Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara Kebakaran Hebat, Api Merambat hingga ke Pemukiman Masyarakat
Apabila ada kilat yang bisa menyambar kalau ada pipa yang bocor maka akan terjadi kebakaran hebat.
“Bolak-balik disitu aja penyebabnya ini,” pungkas Kurtubi.***

Share this article
Terlalu sering terjadi, Kurtubi minta agar pihak Pertamina lakukan evaluasi imbas kebakaran Depo Pertamina Plumpang.