AYOJAKARTA.COM - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memberikan penjelasan mengapa dirinya melarang para jajarannya di Kementerian Keuangan dan Dirjen Pajak untuk menggunakan motor gede atau moge.
Sri Mulyani mengungkapkan bahwa penggunaan moge saat ini menjadi hal yang riskan dan bisa mempengaruhi citra dari Dirjen Pajak dan Kementerian Keuangan secara keseluruhan.
Sri Mulyani menambahkan bahwa kebijakannya ini tidak hanya untuk memperbaiki citra dan reputasi dari Dirjen Pajak dan Kementerian Keuangan, tetapi juga untuk menjawab persepsi masyarakat.
Baca Juga: Viral! Benarkah Hadits Ibadah Nisfu Syaban Itu Palsu? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat Selengkapnya!
Ia juga menegaskan bahwa saat ini prioritas utama adalah mengembalikan kredibilitas dari Kementerian Keuangan.
Selain itu, Sri Mulyani juga membubarkan klub moge di jajaran Dirjen Pajak dan mengatakan bahwa hobi naik moge saat ini lebih banyak menimbulkan kerugian.
Ia juga menegaskan bahwa para bawahannya masih bisa hidup tanpa moge dan bahwa citra Ditjen Pajak lebih penting daripada penggunaan moge.
Baca Juga: Cantik Banget! Begini Penampilan Fuji dengan Rambut Baru setelah Putus dari Thariq Halilintar
Saat ditanya oleh Andy, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa suaminya, Tonny Sumartono, memiliki moge seharga sekitar Rp150 juta namun tak pernah menggunakannya bahkan memamerkannya.
"Betul, suami saya membeli berapa itu nilainya, sekitar Rp 150 juta," Ujar Sri Mulyani dikutip AoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTV.
Bahkan Sri Mulyani mengatakan bahwa suaminya tahu betul konsekuensi menjadi suami dari seorang Sri Mulyani.
"Ya pasti, makannya saya bilang sama suami saya boleh beli tapi nggak boleh naik, karena dia tahu banget konsekuensi menjadi suami seorang Sri Mulyani," tegas Sri Mulyani.
Baca Juga: KPK Anggap Hartanya Aneh, Eko Darmanto Eks Dirjen Bea Cukai Mengaku Datanya Dicuri, Benarkah?
Sri Mulyani menolak untuk berkomentar lebih lanjut tentang perasaan suaminya terkait larangan tersebut.
Karena perihal perasaan suaminya terkait moge itu bukan menjadi konsumsi publik yang bisa diperdebatkan.
Ia juga menegaskan bahwa suaranya meninggi saat disinggung hal tersebut karena ia merasa pembicaraan sudah terlalu jauh dari topik utama.
Baca Juga: Arie Kriting dan Indah Permatasari Tunjukkan Pembangunan Rumah Baru, Ada Apa Saja di Sana?
Menurut Sri Mulyani, pemilihan sepeda motor dengan harga mahal dan mewah seperti moge menjadi hal yang tidak tepat untuk dilakukan oleh pegawai negeri.
Ia mengatakan bahwa kendaraan tersebut seharusnya hanya digunakan oleh orang-orang yang mampu dan tidak berstatus sebagai pegawai negeri.
Sri Mulyani pun menambahkan bahwa penggunaan moge oleh pegawai negeri juga dapat merusak citra dan kredibilitas institusi pemerintah.
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawasi dan mengontrol penggunaan kendaraan bermotor di jajaran Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak.
Baca Juga: Tercatat Punya Harta Rp58 Miliar, Menkeu Sri Mulyani Ternyata Masih Punya Utang Tak Kalah Fantastis!
Ia menekankan bahwa para pegawai negeri harus memprioritaskan kepentingan negara dan menghindari penggunaan kendaraan mewah yang tidak perlu.
Kebijakan Sri Mulyani yang melarang penggunaan moge oleh pegawai negeri memang menuai pro dan kontra. Beberapa pihak menyambut baik kebijakan tersebut, sementara yang lain menganggap bahwa kebijakan tersebut terlalu membatasi kebebasan para pegawai negeri dalam memilih kendaraan yang ingin digunakan.***

Share this article
Sri Mulyani beber nasib Tonny Sumartono, sang suami yang punya motor gede alias moge namun tak boleh dikendarai. Simak alasannya!