AYOJAKARTA.COM -Kabar adanya aksi pelecehan seksual eksibisionis kembali membuat ramai jagad media dunia maya.
Peristiwa aksi pelecehan seksual eksibisionis terjadi pada Jumat, 10 Maret 2023 di wilayah Kemang Utara 1, Jalan Bangka, Jakarta Selatan.
Seorang laki-laki berinisial IS, berusia 39 tahun telah berbuat pelecehan seksual eksibisionis kepada korban WF yang merupakan siswi dari sebuah sekolah.
Saat ibadah shalat Jumat berlangsung, pelaku justru memperlihatkan jenis alat kelaminnya hingga membuat korban WF berlari ketakutan.
Aksi pelaku yang diketahui oleh pemilik akun Instagram @izdhr kemudian disikapi dengan menabrak pelaku eksibisionis menggunakan sepeda motor.
Pelaku selanjutnya dibawa ke Polsek Mampang Prapatan bersama petugas PPSU setempat.
Dari pemeriksaan kemudian diketahui pelaku eksibisionis tersebut merupakan warga yang berasal dari Jalan Benda, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Haru! Istri Moeldoko Meninggal, Momen Presiden Jokowi dan Jajaran Menteri Hadir di Rumah Duka
Selain Voyeurisme dan Pedofilia, Eksibisionisme atau Eksibisionis merupakan satu dari tiga jenis pelecehan seksual yang umum berada di catatan kepolisian.
Diduga, eksibisionis telah mempengaruhi sebanyak sekitar 2 hingga 4 persen dari seluruh populasi pria di dunia.
Umumnya penderita Eksibisionis memiliki dorongan untuk mempertunjukkan atau memperlihatkan alat kelamin kepada orang asing.
Eksibisionis sendiri merupakan suatu kelainan atau gangguan mental penderita yang ditandai dengan adanya keinginan atau fantasi mengekspos alat kelamin.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Ibu-ibu Berbondong Beli Beras Murah Rp8.500 Per Kilo di Operasi Pasar Murah Bandung
Adapun yang menjadi tujuan pelaku eksibisionis adalah keinginan kuat untuk diamati orang lain selama menjalankan aktivitas seksual.
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, mengklasifikasikan eksibisionisme sebagai salah satu bentuk parafilia.
Parafilia merupakan kelompok kelainan mental yang ditandai dengan obsesi perilaku seksual yang tidak wajar atau nonconsenting, seperti melibatkan anak-anak atau hewan.
Sehubungan dengan eksibisionisme, beberapa teori mengenai penyebab gangguan mental eksibisionis kemudian bermunculan.
Faktor Biologi, dimana melibatkan hormon testosterone yang mempengaruhi dorongan seksual pada pria dan wanita.
Teori Pembelajaran, adanya kekerasan emosional pada masa anak-anak serta disfungsi keluarga menjadi faktor resiko perkembangan eksibisionis.
Teori Psikoanalitik, adanya pemisahan emosional di masa anak-anak membuat penderita eksibisionis memiliki keinginan untuk memaksa orang lain menerimanya.
Proses memaksakan penerimaan ini dilakukan dengan tidak wajar, yakni dengan membuat wanita melihat alat kelaminnya.
Selain teori-teori tersebut, terdapat pula kasus yang menjadi penyebab pelaku eksibisionis adalah akibat cedera otak traumatik. Demikian informasi mengenai eksibisionisme seperti dirangkum Ayojakarta pada Minggu, 12 Maret 2023 dari kanal Youtube Halosehat. ***

Share this article
Viral kasus aksi pelecehan seksual eksibionis baru-baru ini ramai terjadi di Kemang Utara Jakarta Selatan warga yang lihat...