AYOJAKARTA.COM - Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) mengungkapkan soal pentingnya konser Coldplay yang akan digelar di Indonesia November mendatang.
Di tengah maraknya perdebatan antara boleh tidaknya konser Coldplay, justru ada banyak segi positif yang bisa diambil jika Band asal Inggris tersebut menggelar panggungnya di Indonesia.
Sandiaga Uno mengungkap konser Coldplay penting digelar di Indonesia bagi lapangan pekerjaan.
Diperkirakan ada sebanyak dua ribu sampai tiga ribu lapangan pekerjaan yang terbuka berkat konser tersebut.
“Sekarang kita mendapatkan kepercayaan satu dari hanya empat negara di Asia, yang menjadi tuan rumah konser Coldplay bulan November, tanggal 15 tahun 2023 di GBK, tentunya dampak positif ini akan terlihat dari segi penciptaan lapangan kerja,” tuturnya dalam siaran B-talk, dikutip Jumat, 19 Mei 2023.
“Karena lapangan kerja yang terbuka kita bisa prediksi untuk total 80 ribu itu paling tidak ada dua ribu sampai tiga ribu lapangan kerja yang langsung,” lanjutnya.
Pagelaran musik di Jakarta ini, kata dia, turut menggerakan roda ekonomi di sektor pariwisata.
Sandiaga Uno berpendapat bahwa adanya peluang yang besar untuk pariwisata dari manca negara yang dapat berkunjung ke Indonesia.
Baca Juga: Anti Penipuan, Ini Cara Membeli Tiket Resmi Coldplay Jakarta Public On-Sale di coldplayinjakarta.com
“Namun yang tidak langsung itu akan terpromosikan sektor pariwisata khususnya destinasi dengan andalan bahwa konser musik Coldplay ini memiliki peluang untuk mengundang lebih dari 10 atau 12 ribu wisata manca negara yang merupakan target 8,5 juta manca negara yang kita targetkan ke Indonesia tahun 2023,” jelasnya.
Selain itu, momen ini juga dapat membantu para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.
“Spending ini tentunya bukan hanya spending tiketnya tapi ada akomodasi makan, minum, transportasi, produk-produk merchandise yang akan melibatkan banyak sekali dunia usaha dan jangan lupa para pelaku usaha UMKM,” jelasnya.
Konser yang rencananya akan digelar pada November 2023 mendatang, rupanya masih ada pihak yang tidak setuju.
Baca Juga: Ini Link Website Beli Tiket Coldplay Public On-Sale, Dibuka Jam 10
Pihak yang paling vokal menentang adalah PA 212, hal itu karena vokalis Coldplay, Chris Martin sempat mengibarkan bendera pelangi yang melambangkan LGBT di panggung konsernya.
Hal itu disampaikan oleh Novel Bamukmin selaku Wasekjen PA 212.
Menurut Novel Bamukmin, menyukai sesama jenis perlu ditolak di kalangan masyarakat dan menjadi suatu kejahatan.
“LGBT yang saya bilang suatu kejahatan, suatu penyakit yang harus diobatin, jangan membudayakan atau menternakan daripada LGBT,” tuturnya.***

Share this article
Sandiaga Uno mengungkapkan soal pentingnya konser Coldplay yang akan digelar di Indonesia November mendatang.