AYOJAKARTA.COM - Tingginya curah hujan yang terus mengguyur wilayah DKI Jakarta pada hari Kamis dan Ju'mat 14-15 Juli 2022 kemarin membuat debit air di Kali Ciliwung meluap dan berpotensi menyebabkan banjir di sejumlah daerah.
Dikutip AyoJakarta melalui Pusat Pengendalian Operasi BNPB (16/7/2022), dilaporkan sebanyak 14 kecamatan terdampak banjir mengalami dampak dari luapan Sungai Ciliwung.
Di beberapa titik terpantau genangan air merendam pemukiman warga di kawasan Kota Jakarta Selatan, antara lain Kecamatan Cilandak (Kelurahan Lebak Bulus dan Pondok Labu), Kecamatan Kebayoran Lama (Kelurahan Cipulir dan Pondok Pinang), Kecamatan Kebayoran Baru (Kelurahan Petogogan), dan Kecamatan Jagakarsa (Kelurahan Ciganjur, Srengseng Sawah, Cipedak dan Tanjung Barat).
Selanjutnya genangan air juga terpantau pada wilayah Kota Jakarta Barat, banjir merendam pemukiman warga di Kecamatan Kebon Jeruk (Kelurahan Kedoya Utara), Kecamatan Cengkareng (Kelurahan Rawa Buaya), Kecamatan Kembangan (Kelurahan Joglo dan Kembangan Utara) serta Kecamatan Kalideres (Kelurahan Tegal Alur dan Kamal).
Sedangkan di wilayah Kota Jakarta Timur, banjir terpantau merendam pemukiman warga di Kecamatan Kramat Jati (Kelurahan Cililitan, Cawang dan Balekambang) dan Kecamatan Jatinegara (Kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta selaku lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mengatasi pasca bencana segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan dan memberikan bantuan logistik kepada seluruh warga yang terkena dampak banjir.
Baca Juga: Kali Induk, Dianggap Biang Kerok Banjir di Kramat Jati, Bakal Segera Dinormalisasi
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini waspada akan potensi curah hujan tinggi, disertai kilat/petir pada tanggal 16 dan 17 Juli 2022 hampir di seluruh wilayah DKI, meliputi Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat.
Kajian yang dilakukan oleh inaRisk juga melaporkan bahwa potensi dampak bahaya banjir di 10 kecamatan wilayah Jakarta Selatan serta di delapan kecamatan Jakarta Timur berada pada tingkat sedang hingga tinggi.
Merespons hal tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah setempat waspada dan siap siaga menghadapi bahaya banjir.
Warga dapat memantau prakiraan cuaca melalui laman BMKG serta memeriksa potensi risiko dan bahaya di wilayah tempat tinggal melalui InaRISK sebagai langkah kesiapsiagaan.
Kegiatan mitigasi dapat dilakukan melalui kondisi dan pembersihan sampah pada saluran air di kawasan pemukiman.
Sehingga jika hujan telah mengguyur wilayah lebih dari satu jam dengan intensitas tinggi dan debit volume air mengalami peningkatan, pemerintah daerah setempat dapat segera menginformasikan peringatan dini banjir melalui jaringan komunikasi kepada seluruh masyarakat untuk melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman.
Untuk mengetahui informasi terkini mengenai tinggi volume air pada pintu air di beberapa wilayah DKI Jakarta, serta mengetahui kebutuhan informasi masyarakat bisa langsung memantau perkembangannya melalui laman bpbd.jakarta.go.id.
Sedangkan untuk bantuan evakuasi masyarakat yang tekena dampak banjir bisa langsung menghubungi nomor 112 (BPBD DKI Jakarta) dan 117 (Pusdalops BNPB).***(Arif Nurrohman)
Share this article
BNPB imbau warga DKI Jakarta tetap waspada meski volume banjir akibat luapan Kali Ciliwung perlahan mulai surut.