AYOJAKARTA.COM - Keterlibatan kasus pembunuhan Brigadir Yoshua membawa Komnas HAM ikut terjun pada kasus ini. Komnas HAM sempat diserang oleh banyak masyarakat terkait rekomendasi yang ia tuliskan.
Rekomendasi yang Komnas HAM tulis adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Yoshua kepada istri Sambo yaitu Putri Candrawati membuat masyarakat geram.
Rekomendasi ini diduga bisa memperkuat kebohongan yang Sambo buat.
Namun, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik buka suara terkait masalah tersebut. Ahmad Taufan berdalih bahwa rekomendasi tersebut dilihat dari hasil konstruksi yang telah dilakukan.
"Kalo seandainya Komnas HAM tidak beri rekomendasi itu untuk disidik lebih dalam dengan menggunakan scientific, apa yang terjadi? di persidangan BAP itu akan menjadi pembicaraan diantara jaksa, hakim, terdakwa, pengacara dan tidak ada pembanding dari keluarga Joshua," ungkap Ahmad Taufan kepada Rosi di Kompas TV.
Ketua Komnas HAM meyakini bahwa jika rekomendasi tersebut tidak dibuat, maka yang terlihat di pengadilan hanyalah kelompok atau cluster dari FS.
Intervensi yang dilakukan Komnas HAM dari rekomendasi tersebut memiliki kemungkinan yang sebaliknya dari ahli atau instrumen yang lainnya.
Komnas HAM mengetahui bahwa rekomendasi yang ia buat telah menyakiti keluarga Brigadir Joshua, namun menurutnya rekomendasi ini merupakan jalan yang baik untuk dipilih dalam kasus ini.
Komnas HAM mengklaim jika mereka tidak memilih jalan tersebut maka saksi-saksi yang hadir dalam persidangan merupakan komplotan FS dan ditakutkan mereka saling memperkuat kesaksian palsu mereka.
Jika hal tersebut terjadi, maka ini bisa merugikan keluarga Brigadir Joshua. ***

Share this article
Rekomendasi yang Komnas HAM tulis adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Yoshua kepada istri Sambo yaitu Putri Candrawati