AYOJAKARTA.COM - Selama hampir satu bulan sejak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berlangsung, selama itu pula rakyat menggelar aksi unjuk rasa.
Sangat disayangkan hingga kini pemerintah belum mau berembuk dan mencari titik tengah.
Masyarakat seakan belum menyerah dalam memperjuangkan harga semula BBM bersubsidi sehingga aksi unjuk rasa kembali digelar di sekitar Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada siang hari ini, Jumat (23/9/2022).
Diselenggarakan oleh kelompok massa Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR), aksi ini akan diikuti hingga 1.000 orang.
Baca Juga: Program Kompor Listrik Induksi, Mulan Jameela Meminta Kementerian ESDM Untuk Mengkaji Ulang
Guna menghindari kericuhan, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin, menyatakan pihaknya telah menyiapkan dan akan menurunkan sebanyak 3.800 personel gabungan untuk mengawal aksi demonstrasi tersebut.
“Jadi hari ini ada beberapa titik demo di Jakarta Pusat, namun yang terkait dengan BBM hanya di Patung Kuda,” jelas Komarudin dikutip dari PikiranRakyat.com.
Lebih lanjut, Ia menghimbau para peserta aksi unjuk rasa untuk tetap mengikuti aturan yang berlaku dan tidak melakukan hal-hal yang membahayakan saat berlangsungnya aksi agar tidak terjadi kericuhan.
“Silahkan sampaikan aspirasi dengan tertib dan patuhi aturan perUndang-Undangan yang berlaku,” ujarnya.
Baca Juga: Mbah Moen Ungkap Rahasia Hari Jumat, Sabtu dan Minggu, Ada Apa?
Dilansir dari PikiranRakyat.com, sebagai langkah antisipasi kepadatan arus lalu lintas yang terjadi saat aksi demonstrasi tersebut berlangsung, komarudin menerangkan pihaknya juga akan segera membuat skema pengalihan arus, terutama pada ruas jalan yang mengarah ke Istana Merdeka.
Jalan yang kemungkinan akan ditutup adalah Jalan Merdeka Barat dan Jalan Merdeka Utara, namun rencana tersebut bersifat situasional tergantung dengan keadaan di lapangan.
“Saat ini masih normal arus lalin (lalu lintas) kita akan lihat situasi nanti sekiranya memang saudara kita dari GNPR akan menyampaikan aspirasinya di Jalan Merdeka Barat, maka tentunya nanti akan kami alihkan,” jelas Komarudin. ***
Penulis: Dilla Anggraini

Share this article
Selama hampir satu bulan sejak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berlangsung, selama itu pula rakyat menggelar aksi unjuk rasa.