AYOJAKARTA.COM - Seperti yang kita ketahui, seluruh tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J telah resmi menjadi tahanan pihak kejaksaan.
Pernyataan dari pihak kejaksaan bahwa seluruh tersangka akan ditampilkan ke publik juga sudah ditepati.
Hal tersebut tentunya menjadi momen yang sangat ditunggu utamanya bagi para awak media.
Terbaru, para tersangka pembunuhan Brigadir J yakni Ferdy Sambo cs ditampilkan di hadapan publik pada Rabu (5/10/2022) di Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung).
Kuat Maruf sendiri adalah sopir pribadi sekaligus ART Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Saat ditampilkan di Kejagung, Kuat Maruf bersama Bripka RR.
Namun disisi lain ternyata Kuat Ma’ruf memiliki pesan tersembunyi yang bisa terbaca dari ekspresinya.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Youtube Sekar Ayunda Spiritual Healing pada (13/10/22), yang menginformasikan pesan tersembunyi dari ekspresi Kuat Ma’ruf.
Pakar ekspresi Sekar Ayunda menuturkan jika Kuat Ma’ruf tampak sudah kehilangan arah namun diketahui masih memiliki tujuan perihal keluarganya.
“Sudah kehilangan arah ya tetapi masih punya harapan untuk kehidupannya. Ia juga berfikir tentang bagaimana anaknya kehidupan dari rumah tangganya itu dia berfikir.” ujar Sekar Ayunda.
Hanya saja karena kasus hukum yang dijalaninya saat ini tergolong besar, Kuat Ma’ruf hanya bisa pasrah dengan takdirnya.
“Tapi dia sudah pasrah tidak tahu mesti bagaimana untuk mengatasi keluarganya yang di luar gitu. Dan yang dia harapkan saat ini ibaratnya itu menunggu tetesan air hujan.” tutur pakar ekspresi tersebut.
Lebih lanjut ia menjelaskan, “Yaitu bagaimana dia bisa mendapatkan hukuman yang ringan tapi kacau ya pemikirannya.”
Hal itu kemudian membuat Kuat Ma’ruf hanya bisa menjalani takdirnya saat ini seperti yang dikatakan oleh pakar ekspresi Sekar Ayunda, “Jadi dia hanya berserah kepada takdir.”
Namun yang menarik, menurut pakar ekspresi tersebut Kuat Ma’ruf ternyata merasa sakit hati dan marah saat ia diteriaki dan dihujat oleh para wartawan.
“Dan ketika kita bisa melihat di beberapa video ada ungkapan-ungkapan dari para wartawan yang kurang enak didengar.” jelas Sekar Ayunda.
“Itu juga membuat dia itu perasaannya sakit hati, marah tapi mau bagaimana dia tidak bisa berbuat apa-apa.” pungkasnya saat menganalisa ekspresi dari raut wajah Kuat Ma’ruf.
Diketahui, saat Kuat Maruf ditampilkan di hadapan publik ada momen tak terduga yang dilakukan oleh awak media.
Seorang wartawan terdengar berteriak agar jaksa membuka masker yang dipakai Kuat Maruf dan Bripka RR.
"Maskernya buka pak maskernya," ujar salah satu wartawan.
Sontak saja awak media yang akhirnya melihat wajah Kuat Maruf dan bripka RR menyoraki.
Bahkan, seorang wartawan juga sempat mengumpat saat melihat Kuat Maruf.
"Sopir belagu," ujar wartawan itu.
Namun saat difoto awak medai, tampak Kuat Maruf yang hanya tertunduk.
Ia seolah tak ingin mengangkat kepalanya untuk difoto oleh awak media.
"Kuat suruh ndangak tu," teriak wartawan.
"Kuat dangak kuat," pinta wartawan.
"Heeeh sopir," teriak wartawan lagi yang meminta agar Kuat Maruf memperlihatkan wajahnya dengan jelas.
Sontak wartawan kompak berteriak 'naahh', saat Kuat Maruf akhirnya mengangkat kepalanya.
Selain itu, pakar ekspresi juga berusaha membaca isi hati dari Bripka RR, namun kesulitan karena tertutupi oleh khodamnya.
Yanb ia rasakan jika Bripka RR masih memiliki rasa percaya diri bahwa dia tidak bersalah.
"Isi hati dari mata Ricky Rizal sayu tapi tajam. Disini dia menatap mata semua wartawan, ada pesan jika dia masih punya kepercayaan diri bahwa dia tidak murni bersalah. Meski dia juga punya rasa malu.
Masih banyak hal yang dia ketahui, namun dia tidak mengungkapkan sehingga jadi misteri.
Diketahui sebelumnya, pada awalnya pemeriksaan Bripka RR terus berkelit, terkait peristiwa naas dari tewasnya Brigadir J.
Baca Juga: Baru Dilantik, Kapolda Jatim Irjen Teddy Minahasa Justru Dikabarkan Ditangkap karena Kasus Narkoba
Namun, akhirnya Bripka RR mulai mengakui kronologi terenggutnya nyawa Brigadir J dan siap berbalik arah melawan Ferdy Sambo dan mengaku memiliki buktinya.
Melalui kuasa hukumnya Erman Umar , Bripka RR mengakui bahwa dirinya sempat memindahkan senjata milik Brigadir J ke kamar anak Ferdy Sambo yang berada di Magelang, alasan di balik tindakannya yaitu karena takut.
Pasalnya sebelumnya Brigadir J sempat bersitegang dengan Kuat Maruf ketika berada di lantai dua rumah Ferdy Sambo di Magelang bahkan Kuat Maruf sempat menodongkan pisau kepada Brigadir J.
Sehingga membuat Bripka RR merasa takut dan berinisiatif memindahkan senjata Brigadir J, di mana pemindahan senjata tersebut sebelumnya atas perintah Putri Candrawati, tambah Erman Umar.
Erman Umar juga menyatakan bahwa kliennya Bripka RR merupakan korban dari skenario Ferdy Sambo. ***

Share this article
Pakar bedah ekspresi membongkar isi hati dari Kuat Maruf dan Bripka Ricky Rizal saat ditampilkan di Kejaksaan Agung. Apa aja isi hatinya?