AYOJAKARTA.COM - Kesaksian sopir ambulans yang mengevakuasi jenazah Brigadir J menjadi perbincangan masyarakat.
Pada sidang gabungan kemarin, saksi sopir ambulans tersebut memberikan keterangan terkait proses evakuasi jenazah Brigadir J.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun TikTok @breakingnews66 membagikan informasi terkait kesaksian dari sopir ambulans tersebut.
Ahmad Syahrul Ramadhan selaku sopir ambulans mengaku mendapat panggilan dari call center kantornya untuk penjemputan korban di lokasi yang sebelumnya tidak ia ketahui.
Hingga akhirnya ia pergi melalui Tegal Parang untuk menuju titik lokasi penjemputan.
Baca Juga: Heboh Curhatan Keisha Alvaro Di Media Sosial, Pasha Ungu Ungkapkan Rasa Bangga Pada Anak Sulungnya
Sesampainya dilokasi, Ahmad sempat kaget karena disana sudah banyak orang dan kamera.
Lalu Ahmad diminta menunggu beberapa saat untuk melakukan evakuasi.
“Sampai di dalam rumah itu Saya kaget karena ramai, dan banyak juga kamera lalu mas minta tolong tunggu situ aja, saya posisinya dekat kaca yang mulia kalau nggak salah dibelakangnya itu ada kolam ikan yang mulia, saya diam nunggu arahan,” ujar Ahmad.
Hingga akhirnya ia diizinkan untuk mengevakuasi korban, namun tak disangka-sangka, Ahmad mendapati korban yang tergeletak dengan berlumuran darah.
“lalu saya jalan melewati garis police line yang mulia, habis itu ada tangga disamping saya itu saya terkejut ada satu jasad yang mulia, tergeletak berlumuran darah,” jelas Ahmad.
Saat itu ia sempat memeriksa denyut nadi Nofriasnyah Yosua Hutabarat untuk memastikan apakah korban masih hidup atau tidak.
Setelah diperiksa, korban dipastikan telah tiada.
Ahmad Syahrul pun mengungkapkan bahwa ia melihat kepala korban bercucuran darah, serta terdapat lobang di dada Yosua.
“Hanya luka tembak yang mulia di dada, ada bolongan yang mulia , di dada sebelah kiri,” ungkapnya.
Setelah itu ia membawa korban dengan memasukannya ke kantong jenazah.
Namun saat mobil ambulans mulai akan jalan, salah seorang di lokasi kejadian memintanya untuk mematikan sirine ambulans.
“Pas Saya mau nyalain lampu rotator, lambu ambulance tahan dulu mas, nanti aja dulu diluar,” ungkapnya.***

Share this article
Ahmad Syahrul Ramadhan selaku sopir ambulans mengaku mendapat panggilan dari call center kantornya untuk penjemputan korban di lokasi.