AYOJAKARTA.COM - Mantan tim identifikasi Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Bripka Dhanu Fajar Subekti mengaku merasa janggal saat melakukan olah TKP pembunuhan Brigadir Yosua.
Hal tersebut diungkapkan, saat Dhanu Fajar menjadi saksi di dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa, 22 November 2022.
Diketahui Dhanu Fajar merupakan salah satu anggota Polri yang datang ke rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, usai tewasnya Brigadir Yosua untuk dilakukan olah TKP.
Sesaat Dhanu sampai ke lokasi TKP, ia menemukan terdapat 10 selongsong peluru dan jenazah Yosua.
Berdasarkan keterangan yang didapatkan pada saat olah TKP bahwa terjadi tembak menembak antara Richard Eliezer dan Brigadir Yosua.
Namun, Dhanu justru mengaku merasakan kejanggalan sejak awal melakukan olah TKP, yang disebutkan bahwa ada sejumlah fakta di TKP yang tidak sesuai dengan cerita Sambo.
Awalnya Majelis hakim mencoba menggali fakta baru dari Dhanu sebagai saksi di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Nah Saudara kan juga tim identifikasi, artinya kan, ketika mereka mengeluarkan dalil, Saudara bisa menganalisa. Di mana letak mereka bilang ini bukan tembak-menembak, tapi tembakan satu pihak saja?," tanya hakim seperti dilansir Ayojakarta.com dari kanal Youtube Kompas Tv pada Selasa (22/11/2022).
"Mohon izin, kalau untuk saya pribadi dari olah TKP itu banyak kejanggalan, Yang Mulia," ujar Dhanu.
"Baik, banyak kejanggalan. Menurut Saudara banyak kejanggalan ceritakan satu per satu kejanggalan yang Saudara lihat," tanya hakim.
"Pertama saya di TKP tidak menemukan barang-barang dari milik korban, terus arah tembakan itu tidak berceceran darah Yang Mulia. Dari tembakan dari bawah dan dari atas," kata Dhanu.
Dari sanalah Dhanu kemudian merasa janggal, lantaran sebelumnya Yosua diklaim sempat melakukan tembakan balasan ke arah Eliezeer yang berada di lantai dua.
Menurut Dhanu, seharusnya jika terjadi tembak-menembak, akan ada tetesan darah dimana-mana. Namun ia justru hanya menemukan darah di satu titik yaitu pada tubuh jenazah Yosua.
Baca Juga: 5 Contoh Puisi Tentang Hari Guru Nasional 25 November, Penuh Makna dan Dukungan
"Tidak ada tetesan atau ceceran darah di bawah Yang Mulia, hanya satu titik darah itu saja di tubuh jenazah," kata Dhanu.
Dhanu menilai apabila terjadi tembak menembak antara Eliezer dan Yosua seharusnya ditemukan adanya bekas tembakan dari atas. Akan tetapi Dhanu tidak menemukan adanya bekas tembakan tersebut.
Padahal posisi dalam skenario Sambo, tembak menembak itu terjadi saat Eliezer berada di atas tangga dan Yosua berada di lantai bawah.
"Kapan Saudara sadari hal itu, malam itu atau 3 hari kemudian?" tanya hakim lagi.
"Untuk menyadari itu sebetulnya dari melakukan olah TKP itu saya sudah," kata Dhanu.
"Sudah paham lah dari awal bahwa ini sebenarnya ada yang tidak beres?" tanya hakim.
"Siap," jawab Dhanu mengiyakan.
"Dari awal Saudara datang, Saudara sudah merasakan ada kejanggalan?" tanya hakim.
Kemudian Majelis hakim sempat menanyakan kepada saksi, apakah saudara saksi sempat memberikan laporan janggal tersebut kepada atasan.
Dhanu pun lantas menjelaskan bahwa dirinya sempat memberikan laporan tersebut kepada komandannya Kasat Reskrim, namun justru dirinya tidak mendapatkan jawaban apapun.
"Waktu saya membalik-kan jenazah saya sempat curiga, apalagi jenazah kok aneh pake masker," kata Dhanu.
"Saya sempat di situ ada Kasat Reskrim ‘Ndan, mohon izin, ada korban pakai masker’ saya gituin. Ya pada saat itu pada diam semua nggak ada yang ngomong," ujar Dhanu.
"Mohon maaf, pangkat Saudara apa?" tanya hakim.
"Bripka," jawab Dhanu.
"Atasan Saudara pangkatnya AKBP?" kejar hakim.
"Siap," kata Dhanu. "Tadi saksi menjelaskan, saat pada olah identifikasi pertama, Saudara Kasat Reskrim sudah mengalami tekanan yang luar biasa?" tanya hakim.
"Siap," jawab Dhanu. "Sehingga dia tidak tahu apa yang harus disampaikan? Tetapi Saudara tidak merasakan ada tekanan itu kan, karena level Saudara terlalu jauh?" tanya hakim lagi.
"Siap, tidak ada, Yang Mulia," jawab Dhanu.***

Share this article
Padahal posisi dalam skenario Sambo, tembak menembak itu terjadi saat Eliezer berada di atas tangga dan Yosua berada di lantai bawah.