AYOJAKARTA.COM - Belum selesai kasus Ferdy Sambo, kini terkuak kemunculan kasus baru yang digadang-gadang lebih besar dari kasus Ferdy Sambo.
Kasus tersebut ialah kasus aliran dana tambang ilegal yang menyeret nama petinggi Polri. Ternyata kasus tersebut sampai kini belum usai, hal ini lantaran adanya kehebohan yang ditimbulkan Ismail bolong terkait aliran dana tambang ilegal yang masih jadi perbincangan hal layak.
Susno Duadji yang merupakan mantan Kabareskrim Polri mengatakan kasus tambang ilegal lebih besar daripada kasus pembunuhan Brigadir J yang menyeret Ferdy Sambo. Berikut penjelasannya.
1. Kasus Aliran Dana Ilegal Lebih Besar dari Kasus Ferdy Sambo
Susno Duadji menyebut kasus suap tambang batu bara mantan Ismail Bolong lebih besar daripada kasus yang menyeret Ferdy Sambo.
Baca Juga: Update Jakarta Banjir Hari Ini! Sejumlah Wilayah Tergenang dan Macet!
Susno bahkan meminta kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) untuk segera diusut oleh pihak berwajib.
"Ini lebih besar dari Sambo, segera klarifikasi isu yang sangat menggegerkan kepolisian kita," kata Susno Duadji baru-baru ini.
Menurut Susno, jika Ismail memberikan klarifikasi karena adanya tekanan, maka yang menekan tersebut adalah pelaku yang memerintahnya.
Namun, Susno belum melihat video pengakuan Ismail terkait memberi uang koordinasi kegiatan tambang batu bara ilegal kepada Kepala Bareskrim Polri, Komjen Agung Andrianto sebagai aksi balas dendam Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan.
Baca Juga: Link Live Streaming Piala Dunia 2022, Korea Selatan vs Ghana Malam Ini Pukul 20.00 WIB, Klik di Sini
"Itu soal politik perebutan kekuasaan atau balas dendam karena Sambo dipenjarakan dan sebagainya," ujarnya. Seperti yang dikutip dari suara.com.
2. Sentil Mahfud MD
Kemudian Susno Duadji merasakan keanehan pada Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang tidak bersuara terkait kasus Ismail Bolong. Susno mengatakan harusnya Mahfud berlaku adil seperti halnya berkomentar mengungkap kasus Ferdy Sambo.
Oleh karenanya, Susno minta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk tak perlu takut mengusut dugaan gratifikasi atau uang koordinasi kegiatan tambang batu bara ilegal yang diberikan kepada Kepala Bareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto.
"Jangan takut mengorbankan misalnya kalau benar mengenai petinggi-petinggi Polri, nggak apa-apa. Dengan berani menindak justru grade Polri akan naik. Masyarakan akan mengatakan, wah tidak main-main Kapolri ini, siapa pun yang bersalah, berapa pun bintangnya, dia tindak," ucapnya.
Pada akhirnya Susno sekapakat dengan MD, bahwasanya pengusutan kasus tambang Ismail Bolong harus melibatkan pihak dari luar untuk menciptakan kepercayaan publik.
Susno juga mengingatkan Polri harus buka-bukaan terkait kasus tambang ilegal sesuai dengan standar hukum yang berlaku. ***

Share this article
Menurut Susno, jika Ismail memberikan klarifikasi karena adanya tekanan, maka yang menekan tersebut adalah pelaku yang memerintahnya.