AYOJAKARTA.COM – Pada suatu kesempatan, Prabowo Subianto memberikan pujian kepada Presiden Jokowi dalam pidatonya di acara HUT Gerindra ke-15.
Pujian yang Prabowo Subianto utarakan adalah mengenai Jokowi yang berani untuk mengambil keputusan sulit saat Indonesia mengalami pandemi.
Menurut Prabowo Subianto, keputusan yang Jokowi ambil berupa menolak untuk lockdown karena peduli dengan jalannya perekonomian masyarakat dinilai sangat berani.
Baca Juga: Gibran Diciduk Polisi Arab, Bentangkan Bendera Partai Demokrat di Masjid Nabawi, Masih Ditahan?
Meskipun banyak pihak yang menyalahkan Jokowi karena tidak memberi perintah lockdown, tetapi bagi Prabowo keputusan tersebut diambil karena kepedulian Jokowi terhadap rakyatnya.
”Kalau lockdown berarti tidak ada orang yang boleh keluar rumah. Indonesia tidak mampu untuk lockdown, beliau ambil resiko itu. Itu kepemimpinan yang hebat, saya harus akui,” kata Prabowo, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (9/2/2023).
“Beliau adalah pemimpin yang bisa ambil keputusan dan keputusannya berani, kadang-kadang melawan tekanan-tekanan dari mana-mana,” lanjutnya.
Masyarakat begitu menyoroti pernyataan Prabowo ini karena adanya dugaan bahwa pujian tersebut memiliki maksud tertentu menjelang Pilpres 2024.
Baca Juga: Update Korban Gempa Turki Tewaskan hingga 12.000an Korban Jiwa Termasuk WNI, Begini Kondisinya!
Namun Habiburokhman sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menganggap hal tersebut tulus dilakukan oleh Prabowo.
“Kalau kita menilai pernyataan Pak Prabowo ngga perlu ditafsirkan macam-macam lagi karena itulah yang memang dia ingin sampaikan,” kata Habiburokhman.
“Kaya kita melihat gelas bersih ya berisi air, terlihat jelas dalamnya,” tambahnya.
Habiburokhman menyampaikan bahwa Prabowo benar-benar menyampaikan apa yang dirasakannya dan bukan memiliki tujuan tertentu.
“Prabowo orang yang sangat terbuka, sangat lugas, apa yang ada pikiran dan hatinya itu yang beliau sampaikan,” ujar Habiburokhman.
Baca Juga: Loh! Bukan Ferdy Sambo? Denny Darko Duga Dalang Sebenarnya Pembunuhan Brigadir J Sosok Ini..
Di samping itu Pengamat Politik, Pangi Syarwi Chaniago juga mengamini pendapat Habiburokhman bahwa Prabowo memang sosok yang apa adanya dan tidak memiliki muka dua.
“Pak Prabowo kan memang dari dulu kan stempel orang yang tulus ya. Apapun panggung depan, panggung belakangnya sama.” Kata Pangi.
Namun menurutnya di dalam dunia politik tidak ada sesuatu hal yang terjadi secara alamiah, para politisi pasti memiliki strategi dalam gerakannya.
Selanjutnya menurut Pangi, gerakan ini bisa saja merupakan embrio politik yang nantinya akan memberikan kejutan bisa berupa Capres dan Cawapres yang akan diusung dan bisa juga kejutan berupa strategi politik.
Baca Juga: Kejam! Martin Simanjuntak Temukan Fakta Ferdy Sambo Ternyata 2 Kali Membunuh Yosua, Apa Alasannya?
Adapun usaha untuk melakukan koalisi antar partai untuk memperkuat dukungan pada saat Pemilu 2024 nanti.
“Koalisi berbasis platform ideologi progammatiknya. Koalisi berbasis ideologi progammatik itu adalah ngga mungkin misalnya PKS dengan Demokrat akan berkoalisi lagi dengan PDIP karena blok rentan ideologi sudah sangat jauh,” ujar Pungi.
“Tapi kemungkinan dengan lain dengan misalnya NasDem, PKS, Demokrat Koalisi Perubahan berkoalisi dengan Gerindra, PKB di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya itu mungkin saja,” tambahnya.***

Share this article
Masyarakat begitu menyoroti pernyataan Prabowo ini karena adanya dugaan bahwa pujian tersebut memiliki maksud tertentu jelang Pilpres 2024.