AYOJAKARTA.COM--Belakangan ini, bergulir kontroversi terkait rencana Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand untuk mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno merespon dengan sikap terbuka.
Sandi ingin Indonesia juga bergabung dengan empat negara itu untuk mendaftarkan kebaya ke UNESCO.
Baca Juga: Wendy Walters Menangis di Sidang Mediasi Perceraian, Reza Arap Tak Datang Justru Merasa Happy
Dilansir AyoJakarta.com dari Youtube Kompas TV, Sandi menerangkan bahwa Indonesia bisa bergabung untuk mendaftarkan bersama.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut memberikan contoh terkait warisan budaya tak benda lainnya yang bisa didaftarkan bersama.
Sandi menuturkan bahwa pantun telah didaftarkan bersama dengan negara lain, karena digunakan di kedua negara.
Baca Juga: Ayu Ting Ting Mengaku Tak Pernah Tahu Jumlah Penghasilannya, Selalu Lakukan Ini Saat Mau Kerja
“Bisa jadi seperti pantun kami daftarkan kebaya secara bersama dengan Malaysia karena pantun digunakan di Malaysia dan Indonesia,” ujar Sandiaga Uno.
Namun, pendaftaran kebaya ke UNESCO secara bersama-sama dengan negara lain, mendapat respon dari berbagai pihak.
Salah satunya adalah komunitas perempuan berkebaya Indonesia yang menyampaikan tanggapannya terkait pernyataan Sandi yang ingin mendaftarkan kebaya bersama-sama.
Baca Juga: Presiden Jokowi Dukung Ganjar Pranowo Jadi Pemimpin Selanjutnya, Tersirat Lewat Pernyataan Ini?
“Jadi maunya kita secara pribadi ya karena sejarah budayanya ada di Indonesia maunya kita sih single (hanya diakui milik Indonesia saja),” ujar perwakilan komunitas tersebut.
Dirinya berpendapat bahwa kebaya merupakan sejarah berbusana wanita di Indonesia sejak dulu kala.
“Itu memperlihatkan itulah sejarahnya Indonesia gitu sejarahnya perempuan Indonesia, budaya berbusana di Indonesia,” ucapnya.
Namun, di sisi lain dirinya juga mengerti bahwa setiap negara memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftar ke UNESCO.
Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand juga punya hak yang sama untuk mendaftarkan.
Baca Juga: Terpopuler! Salahkan Putri Candrawathi dalam Sidang, Ferdy Sambo: Istri Saya Sudah Tidak Mematuhi
“Tapi negara lain karena mereka punya hak juga untuk memajukan kita nggak bisa memotong haknya mereka itu,” imbuhnya.
Komunitas perempuan berkebaya Indonesia juga mendorong agar kebaya segera didaftarkan ke UNESCO.***

Share this article
Sandiaga Uno memberikan responnya terhadap Malaysia dan 3 negara lainnya yang mendaftarkan kebaya ke Unesco