AYOJAKARTA.COM - Update terkini terkait korban gempa Cianjur ditemukan bertambah 8 orang meninggal.
Tim Basarnas sudah menyerahkan korban tersebut ke pihak RSUD untuk diidentifikasi.
Sejauh ini total korban meninggal akibat gempa Cianjur yakni sebanyak 318 jiwa.
Yoshua dari pihak Basarnas menyampaikan sejumlah temuan baru pada 26 November 2022 korban meninggal sebanyak 8 orang yang disampaikan pada konferensi pers hari ini.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Gempabumi Tektonik Guncang Sumur-Banten, BMKG Laporkan Magnitudo 4,2SR
"Untuk kinerja Basarnas hari ini, kita mendapatkan temuan baru sebanyak 8 orang dalam kondisi meninggal dunia," ujar Yoshua.
"Lalu kita serahkan semuanya ke RSUD untuk selanjutnya proses identifikasi," sambungnya.
Dalam proses evakuasi korban gempa bumi Cianjur yang masih hilang dan kemungkinan tertimbun ini, pihak Basarnas alami beberapa kendala.
Diantaranya yaitu kondisi cuaca yang tidak mendukung yakni hujan.
Selain itu juga pagi tadi dikabarkan di bukit terdapat pipa PDAM yang jebol. Terpaksa Basarnas membuat tanggul sementara.
"Adapun beberapa kendala kita ketahui bersama yaitu, hujan. Dan tadi pagi itu di atas itu bukit ada pipa PDAM jebol dan alirannya cukup deras," jelas Yoshua.
"Sempat di pagi hari itu fokus kita beralih untuk membuat tanggul sementara," lanjutnya.
Tanggul ementara itu dibuat untuk menahan aliran air yang deras sehingga mengurangi resiko air menghadang tim yang sedang melakukan evakuasi.
"Karena airnya sangat melimpah sangat beresiko bilamana air tersebut mengarah ke rekan-rekan yang sedang melakukan pencarian," jelas Yoshua.
Selain itu ada beberapa lokasi yang masih perlu dijangkau oleh Basarnas dalam melakukan evakuasi pencarian korban gempa bumi Cianjur.
"Dan ada beberapa worksite yang dilaksanakan Basarnas dalam pencarian, dan tetap sampai saat ini tim Basarnas melakukan pencarian secara maksimal," ujar Yoshua.
Sigit dari pihak BMKG juga melaporkan update terkini terkait frekuensi gempa susulan yang semakin menurun signifikan.
"Update terkait pertama dengan frekuensi kejadian gempa susulan. Sejauh ini untuk kondisi atau kesediaan data dari gempa susulan sudah cukup signifikan meluruh," ujar Sigit.
"Dari jumlah kejadiannya dan dari magnitudonya juga signifikan kecil, dari magnitudo-magnitudo kita record dan secara umum tren ini terus menurun dari beberapa data yang sudah kami laporkan pada beberapa sesi sebelumnya," sambungnya.
Selain itu, BMKG juga melaporkan sudah melakukan kegiatan layanan untuk menunjang kebutuhan informasi.
"Kedua, terkait dengan kegiatan kami yang ada di sekitar wilayah dampak ini, ada beberapa kegiatan yang menunjang untuk kebutuhan informasi kami untuk layanan dari sisi practice engineering maupun dari sisi kondisi di wilayah dampak dengan kita melakukan survey-survey," jelas Sigit.
Baca Juga: 318 Korban Tewas, 14 Orang Hilang, Begini Situasi Terkini Pasca Gempa Cianjur!
Konferensi pers oleh pihak BNBP, Basarnas, dan BMKG melaporkan terkait update terkini evakuasi korban bencana gempa Cianjur.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setiawan menyampaikan update terkini dimana ditemukan 8 jenazah yang berhasil dievakuasi.
Diketahui sejumlah 8 jenazah yang ditemukan tersebut tertimbun di Desa Cijedil, Cianjur.
Dari sebelumnya diketahui sejumlah 24 orang hilang, ditemukan 8 jenazah dan 2 warga Cijedil yang ditemukan di warung Shinta. Sehingga tersisa 14 yang masih hilang.
Sejumlah titik fokus pencarian masih dilakukan oleh tim Basarnas dan Tim SAR gabungan bahkan menggunakan sepeda motor untuk menjangkau wilayah yang sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat.
Untuk menyalurkan logistik kepada warga yang terkena dampak gempa bumi Cianjur yang belum menerima bantuan.***

Share this article
Sigit dari pihak BMKG juga melaporkan update terkini terkait frekuensi gempa susulan yang semakin menurun signifikan.