AYOJAKARTA.COM – Peristiwa dan sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J menjadi sorotan publik selama beberapa bulan belakangan ini.
Peristiwa pembunuhan Brigadir J terjadi pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Kadiv Propam Polri ketika itu, Ferdy Sambo (FS), di Duren Tiga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. FS kini sudah dipecat sebagai polisi.
Ada lima orang terdakwa dalam perkara pembunuhan terhadap Yosua yakni pasangan suami istri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, serta supir sekaligus asisten rumah tangga (ART) keluarga FS bernama Kuat Ma’ruf.
Satu lagi terdakwa adalah Bhayangkara Dua Richard Eliezer yang kerap disebut dengan Bharada E. Richard menyandang status justice collaborator dalam perkara pembunuhan berencan terhadap Brigadir J tersebut.
Baca Juga: Ustad Adi Hidayat Beberkan Rumus Gampang Agar Rezeki Terus Bertambah Menurut Al Quran
Baca Juga: Usia Anda Sudah Memasuki 40 Tahun? Hati-hati Kalau Belum Punya 5 Hal Ini Kata Ustad Adi Hidayat
Seiring dengan berjalannya sidang, banyak informasi baru yang muncul. Baik hal itu berasal dari fakta persidangan, pendapat pengacara di media massa, maupun sekadar rumor di media sosial.
Khusus untuk rumor di media sosial, informasi yang beredar ada yang memang masuk akal tetapi juga tidak sedikit yang ternyata hoaks atau informasi sesat dan menyesatkan.
Yosua Hadir dalam Mimpi Richard
Setelah peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir J, berkembang skenario yang disusun oleh Ferdy Sambo (FS).
Dalam skenario awal disusunlah cerita bahwa terjadi tembak menembak antara Bharada E dan Brigadir J atau Yosua di rumah dinas Ferdy Sambo.
Namun semua skenario Ferdy Sambo dkk berantakan salah satunya karena Bharada E atau Richard akhirnya buka suara tentang kejadian sebenarnya yang mengakibatkan Yosus tewas.
Dengan pangkat terendah di kepolisian, Bhayangkara Dua atau Bharada, Richard akhirnya berani melawan mantan komandannya, Ferdy Sambo, yang berpangkat jenderal bintang dua.
Cerita di balik Bharada E alias Richard berani mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo diungkapkan pengacaranya, Ronny Talapessy, dalam wawancara dengan Budiman Tanuredjo dalam acara Back to BDM yang tayang di Kompas TV, 12 November 2022.
“Waktu masih skenario awal, Richard masih dijaga sama Ferdy Sambo. Kemudian waktu menghadap Kapolr, Richard masuk ke dalam ketemu Kapolri, di luar… di depan pintu ada Ferdy Sambo. Dari depan saja… dia sudah diintimidasi,” kata Ronny Talapessy.
Baca Juga: Ini Daftar UMP & UMK Tertinggi di Indonesia, Akan Berulang Lagi Tahun 2023? Cek di Sini
Baca Juga: Bocoran Pengumuman Upah Minimum Provinsi dan UMK: UMP DKI Jakarta Naik Berapa Ya?
Saat itu, kata Ronny Talapessy, Richard mendapat tekanan agar menyampaikan sesuatu sesuai dengan skenario awal versi Ferdy Sambo dkk.
“Jadi ada rasa ketakutan dari RIchard. Jadi dia sempat hubungi keluarga, papa mamanya, hubungi pacarnya. ‘Kalau terjadi apa-apa dengan saya, sudah ikhlaskan saya. Gak usah cari lagi. Kalau ada apa-apa gak usah cari saya lagi’,” katanya.
Selanjutnya, menurut Ronny Talapessy, Richard mengakui semua perbuatannya sebagai bentuk rasa bersalah terhadap mendiang Yosua alias Brigadir J.
“Mengenai perbuatannya, dia sampaikan, ‘saya mengaku semua. Ini bagian dari rasa penebusan dosa saya terhadap almarhum Yosua dan keluarganya. Saya harus berkata jujur’,” kata Ronny Talapessy mengutip omongan Bharada E.
Menurut Ronny, Richard mengaku kerap didatangi oleh Brigadir J dalam mimpinya. “Setiap malam dia mimpiin almarhum Yosua. Didatangin. Dimimpiin. Dia selalu didatangi Yosua.”
Baru dalam pertemuaan kedua dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Richard berkata jujur.
“(Setelah ada) pengakuan, bermimpi sama almarhum Yosua. Dan hati kecil dia berkata ‘ini tidak benar’. Karena kenapa, alhmarhum Yosua inikan teman (Richard),” ungkap Ronny.
Arwah Brigadir J Hadir di Sidang
Sekarang kita bahas tentang rumor yang beredar di media sosial seperti TikTok, Facebook, dan Instagram. Seperti disampaikan di atas, informasi itu ada bisa diterima akal tetapi tidak sedikit yang tidak masuk akal.
Kita bahas contoh informasi yang sulit untuk diterima atau malahan tidak masuk akal sama sekali.
Sebagai contoh, ada akun TikTok yang menyebut bahwa arwah Brigadir J turut hadir dalam sidang dengan terdakwa Kuat Ma’ruf.
“sangat mengerikan ketika sidang kuat Maruf, arwah almarhum brigadir J datang.”
“detik-detik kedatangan almarhum Yosua, pengacara sempat linglung dan mati lampu.”
Demikian yang keterangan tertulis di dalam penggalan video yang diunggah akun TikTok @bundatofagmail.com10 pada 6 November 2022.
Baca Juga: Ini Berkah Baca Al Fatihah Kata Gus Baha, Surat yang Dulu Bikin Iblis Masuk ICU
Ayojakarta yang menonton sampai selesai video tersebut tidak menyaksikan apapun kecuali tanda panah berwarna pink di rekaman itu dengan keterangan video “mengerikan saat almarhum brigadir J datang di persidangan Kuat Maruf #brigadirj.”
Tanda panah tersebut menunjukkan kedatangan arwah mendiang Brigadir J dalam persidangan tersebut. Dari penelusuran Ayojakarta ke beberapa rekaman video siaran langsung sidang dengan terdakwa Kuat Ma’ruf, tidak tampak apa yang dinarasikan oleh akun TikTok tersebut.
Hoaks seputar kehadiran arwah Brigadir J seperti diunggah akun TikTok @bundatofagmail.com10 bukan kali pertama.
Pernah juga beredar akun Facebook yang memberikan narasi bahwa arwah Brigadir J masih gentayangan dengan mengacu unggahan di kanal YouTube Uya Kuya berisi wawancara dengan Anggota Komisi III DPR, Sahroni.
“5 Menit Brsaksi Arwah Brigadir J Sampaikn Pesan Penting Ini Ungkap Tujuan Ferdi Sambo Habisi Yosua.” Begitu narasi videp yang beredar di Facebook.
Berdasarkan penelurusan Ayojakarta, dalam wawancara di YouTube Uya Kuya itu, tidak ada sekalipun keterangan dari Sahroni bahwa arwah Bridgir J masih gentayantang.
Ketika menjawab satu pertanyaan terkait isu kekerasan seksual yang dialami oleh istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Sahroni mengatakan orang hanya bisa memberikan narasi-narasi secara umum.
“Tapi pengakuan para tersangka terkait informasi yang dia sampaikan, masalahnya hanya Tuhan dan dia yang tahu. Kalau Josua… ada orang pintar bisa dibangunkan untuk bisa bersaksi saja 5 menit, itu kan lebih arif,” kata Sahroni.
“Cuma kan masalahnya mereka mengatakan ini, itu, hanya mereka saja yang tahu, kita tidak tahu. Makanya kasihan almarhum pada posisi sekarang. Mungkin dia hanya bisa melihat dan mendengar tapi enggak bisa berkata-kata,” tutur Sahroni.***

Share this article
Bharada E mengaku mendiang Yosua sering hadir di mimpinya, sementara itu info arwah Brigadir J hadir di sidang adalah hoaks.