AYOJAKARTA.COM--Ada momen menarik saat persidangan pembunuhan berencana Brigadir J digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada beberapa waktu lalu.
Salah satunya ketika Daden Miftahul Haq yang dihadirkan dalam persidangan itu, mulai menceritakan kedekatan para ajudan dengan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi .
Daden yang tidak lain adalah mantan ajudan Ferdy Sambo ini, menceritakan salah satu momen yang dikenangnya ketika perayaan anniversary pernikahan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi oleh para ajudan.
Baca Juga: Bukti CCTV Tak Dilabeli, Hakim Tegur Penyidik Kasus Ferdy Sambo: Beli Gorengan Aja Pakai Resi!
Kemudian penasihat hukum Putri Candrawathi juga sempat memutarkan rekaman video pada 7 Juli 2022, dimana Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi nampak akrab bersama para ajudan termasuk kepada Brigadir Yosua.
Kuasa hukum ingin memberikan penekanan kepada Majelis hakim, bahwa sebelum peristiwa penembakan itu terjadi tidak ada permusuhan atau pertengkaran dari para ajudan dan juga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Dalam rekaman video itu, tampak Ricky Rizal bersama Daden Miftahul Haq mengangkat kue ulang tahun pernikahan Sambo dengan Putri.
Sedangkan, Ferdy Sambo berjalan menuju ruang makan tempat kue ulang tahun pernikahannya dipersiapkan.
Putri Candrawathi sendiri terlihat berjalan dari ruang tamu bersama dengan Yosua dan Eliezer yang membawa nasi tumpeng untuk dimakan bersama dengan perayaan ulang tahun pernikahanya.
Tak tertinggal Kuat Maruf ikut turut bergabung dalam acara tersebut.
Menurut pengakuan Daden, pada momen tersebut Yosua ikut serta merayakan bersama dengan ajudan lainnya tanpa ada diskriminasi, dan justru dalam suasana kekeluargaan.
"Saudara terdakwa ini (Ferdy Sambo dan Putri) ada memberikan hadiah saat hari jadi? Atau hanya kue saja dibagikan masing-masing?" tanya ketua majelis hakim.
"Untuk malam itu hanya kue, kemudian Ibu (Putri) bapak (Ferdy Sambo) motong kue dan tumpeng suapin satu per satu," kata Daden.
Baca Juga: Ketahuan Suapi Para Ajudan dengan Nasi Tumpeng, Warganet Sebut Putri Candrawathi Salah Tingkah
"Oh semuanya disuapin? Siapa yang nyuapin?" tanya hakim Wahyu.
"Untuk kue itu bapak (Ferdy Sambo)," jawab Daden
"Menyuapi ke para ajudan. Siapa yang pertama (disuapin)?" tanya hakim.
"Yang pertama itu, kalau tidak salah, Bang Ricky yang mulia," timpal Daden
"Terus yang kedua?" hakim kembali bertanya.
Baca Juga: Suapi Ajudan dengan Nasi Tumpeng, Tawa Putri Candrawathi di Persidangan Bikin Salfok Warganet
"Saya lupa, yang pertama itu pasti senior yang mulia. Kalau urutannya saya lupa," dalih Daden.
"Yang ketiga?" hakim Wahyu menegaskan lagi.
"Saya tidak ingat yang mulia," jawab Daden.
"Terus saudara yang keberapa?" tanya hakim.
"Kalau tidak salah saya terakhir yang mulia," jelas Daden
Kemudian, pertanyaan selanjutnya majelis hakim ini sempat mengundang gelak tawa para 'penonton'. Bahkan membuat Putri Candrawathi juga ikut tertawa kecil.
"Atau saudara tidak disuapin?" seloroh hakim.
"Saya disuapin yang mulia," jawab Daden.
Baca Juga: Sederet Pernyataan Saksi Ferdy Sambo yang Tuai Kontroversi, Warganet : Sudah Dibunuh, Difitnah Terus
Kendati demikian, majelis hakim dapat mengambil kesimpulan atas tanya jawab tersebut, bahwa momen itu terjadi dalam suasana kekeluargaan.
"Artinya terdakwa mereka berdua (Ferdy Sambo dan Putri) menyuapi masing-masing ART dan Ajudan. Suasananya penuh kekeluargaan?" tanya hakim Wahyu.
"Betul yang mulia," pungkas Daden.***

Share this article
Terungkap dalam persidangan Daden mengatakan para ajudan disuapi Putri Candrawathi satu persatu saat perayaan anniversary pernikahan