AYOJAKARTA.COM - Menangani kasus dugaan kebocoran data yang baru ini terjadi, pemerintah sigap untuk mengusut hal tersebut.
Seperti yang diketahui, belakangan ini publik dihebohkan dengan hadirnya sosok anonim di internet yang mengaku hacker dengan nama Bjorka.
Dia mengklaim telah mengantongi banyak data milik Indonesia, mulai dari data SIM Card hingga pembunuhan Munir.
Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate mengatakan Badan Siber hingga BIN akan diturunkan untuk menangani kasus ini.
Demikian seperti yang diberitakan Pikiran-Rakyat.com dalam artikel "Hacker Bjorka Menggila, Menkominfo Angkat Bicara: Itu Bukan Data...".
Keterangan pers yang disampaikan oleh Johnny G. Plate, dia mengakui bahwa banyak data-data beredar yang dibocorkan oleh Bjorka, namun data tersebut merupakan data-data umum.
Baca Juga: Bjorka Ungkap Dalang Pembunuhan Munir Setelah Memasuki Kedaluwarsa dalam Hukum, Pengalihan Isu?
“Data-data itu setelah ditelaah sementara adalah data-data yang sifatnya umum ya, data-data umum bukan data-data spesifik dan bukan data-data yang ter-update sekarang, sebagian data yang lama,” kata Johnny, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Johnny menyampaikan bahwa tim kementerian lintas lembaga yang terdiri dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kominfo, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN) akan berkoordinasi untuk menelaah secara mendalam terkait data tersebut.
“BSSN, Kominfo, Polri, dan BIN tentu akan berkoordinasi untuk menelaah secara mendalam,” katanya.
Baca Juga: Brigjen Hendra Kurniawan Tampil, Bongkar Skenario Licik Ferdy Sambo, Begini Ungkapannnya
Johnny juga menyampaikan perlu dibentuk emergency response team untuk menjaga tata kelola data yang baik di Indonesia dan menjaga kepercayaan publik.
“Akan ada emergency response team dari BSSN, Kominfo, Polri, dan BIN yang akan melakukan assessment-assessment berikutnya,” kata Johnny.
Menurut Johnny komunikasi publik juga sangat penting untuk mengatasi permasalahan ini.
Johnny mengimbau kepada media untuk tidak memberitakan berita yang memberikan dampak kebingungan kepada masyarakat.
“Banyak hal-hal yang teknis yang kadang-kadang salah kutip, yang mengakibatkan satu dengan lainnya warga bangsa kita ini saling mem-bully,” ujarnya.
Baca Juga: Wasiat Mbah Moen agar Banjir Rezeki, Baca Wirid ini Setelah Sholat Subuh!
“Kita perlu membangun kekuatan nasional kerja bersama-sama gotong royong menghadapi semua bahaya termasuk bahaya di ruang digital,” lanjut Johnny.
Terakhir, Johnny menyampaikan bahwa rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) telah disetujui di rapat tingkat 1 oleh Panja Komisi 1 DPR RI dan Pemerintah.*** (Shintia Rahma Islamiati/Pikiran-Rakyat.com)

Share this article
Menangani kasus kebocoran data oleh hacker Bjorka, Johnny G. Plate sebut akan ada Badan Siber hingga BIN yang ikut menyelesaikan.