AYOJAKARTA.COM - Influencer sekaligus content creator ternama, Jerome Polin, kembali jadi sorotan publik setelah berani ikut turun ke jalan dalam aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis, 4 September 2025.
Keputusan ini menjadi langkah bersejarah baginya, sebab Jerome Polin mengaku baru pertama kali terlibat langsung dalam aksi massa setelah sebelumnya lebih banyak menyuarakan pendapat di media sosial.
Melalui unggahan di Instagram, Jerome membagikan pengalaman emosionalnya. Ia mengaku penuh ketakutan, mulai dari takut salah bicara, disalahpahami, hingga diframing pihak tertentu.
“Ada satu hal yang aku notice ketika kita mulai speak up tentang suatu issue, yaitu karakter kita akan coba untuk dibunuh. Banyak akun dikerahkan buat bikin narasi negatif supaya orang-orang jadi gak percaya sama orang yang lagi speak up,” tulisnya dalam Instastory, Jumat, 5 September 2025.
Pria yang dikenal sebagai ahli matematika itu menegaskan bahwa serangan semacam itu bertujuan membuat orang enggan bersuara. Namun, ia mengingatkan agar pejuang keadilan tetap fokus.
“Selama kamu yakin menyuarakan yang benar, membela hak-hak yang dilanggar, membantu orang banyak, fokus ke perjuangan itu. Stand firm,” pesannya.
Aksi yang diikuti Jerome merupakan bagian dari gerakan Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah, gabungan masyarakat sipil, musisi, influencer, dan komunitas.
Baca Juga: Jam Operasional Monas Saat Long Weekend 6-7 September 2025
Mereka mengusung 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang yang ditujukan kepada DPR RI. Beberapa tuntutan jangka pendek antara lain:
- Penarikan TNI dari pengamanan sipil
- Pembentukan tim investigasi independen untuk korban jiwa demonstrasi
- Penghentian kekerasan aparat, transparansi anggaran DPR
- Jaminan upah layak bagi pekerja.
Sementara tuntutan jangka panjang mencakup reformasi DPR, penguatan KPK, evaluasi proyek strategis nasional (PSN), hingga perlindungan masyarakat adat.
Perwakilan kolektif, Andhyta F. Utami yang akrab disapa Afu, menegaskan gerakan ini lahir dari kekecewaan mendalam akibat jatuhnya korban jiwa dalam unjuk rasa sebelumnya. “Itu tidak akan terjadi kalau pemerintah mau mendengarkan aspirasi rakyat sejak awal,” ujarnya.
Baca Juga: Lawan Rasa Takut, Jerome Polin Turun ke Jalan Pertama Kalinya untuk Suarakan Tuntutan Rakyat
Sejumlah figur publik lain juga hadir, di antaranya Jerhemy Owen, Abigail Limuria, Andovi dan Jovial da Lopez, Fathia Izzati, hingga Ferry Irwandi.
Mereka ditemui oleh anggota DPR, Rieke Diah Pitaloka dan Andre Rosiade, yang berjanji menyampaikan aspirasi tersebut ke pihak terkait.
Keterlibatan Jerome Polin menandai babak baru peran figur publik dalam gerakan sosial. Ia membuktikan bahwa keberanian melawan rasa takut demi rakyat adalah sikap yang layak diteladani.***

Share this article
Jerome Polin berani turun aksi 17+8 Indonesia Berbenah. Meski diserang akun hingga diframing, ia tegaskan pentingnya tetap speak up demi keadilan dan hak rakyat.