AYOJAKARTA.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) mengharuskan memasak menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan air galon atau air yang melalui proses sertifikasi.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BGN Dadan Hindayana.
Lantas apa tujuan?
Memasak MBG dengan air galon bertujuan untuk mencegah potensi pencemaran pada menu masakan yang akan dikonsumsi para siswa-siswi.
Baca Juga: Rencana Kampus IKJ Dipindahkan ke Kawasan Kota Tua, Rektor Beri Dukungan
Dadan menilai bahwa banyak kasus gangguan pencernaan yang disebabkan kualitas air yang buruk.
Bukan hanya terkait dengan air, BGN juga telah menyiapkan sejumlah kebijakan agar peristiwa keracunan tidak terjadi lagi.
Salah satunya yakni satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan menangani 2.000-2.500 penerima manfaat MBG.
"Boleh dilanjutkan sampai 3.000, kalau di SPPG itu ada ahli masak yang bersertifikat," ujar Dadan.
Dadan juga meminta agar SPPG yang baru didampingi chef atau juru masak di lima hari pertama.
Saat ini, BGN juga berusaha untuk melengkapi di seluruh SPPG menyediakan rapid test untuk menguji bahan baku dan juga sterilisasi food tray.
"Kemudian kita juga butuh rapid test agar hasil masakan bisa dites di sekolah sebelum dibagikan sehingga kita bisa tahu makanan itu masih berkualitas atau tidak," terangnya.***

Share this article
Kepala BGN Dadan Hindayana mengharuskan memasak menu MBG menggunakan air galon atau yang sudah melalui proses sertifikasi.