AYOJAKARTA.COM - Menjelang masa peluncuran, inovasi bahan bakar nabati BOBIBOS kembali menjadi sorotan. Di tengah berbagai isu negatif dan tuduhan scam yang sempat beredar, sang founder justru mendapat dorongan moral besar setelah bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Pertemuan yang berlangsung pada Senin, 1 Desember 2025 itu disebut menjadi titik penting perjalanan BOBIBOS. “Hari ini menjadi langkah penting bagi perjalanan Bobibos, Ketua MPR memberikan banyak wejangan dan nasihat. Hal ini membuat kami tambah semangat menghadirkan bahan bakar murah yang ramah lingkungan,” tulis BOBIBOS melalui postingan di media sosial Instagram.
Mereka menegaskan bahwa dukungan moral tersebut membuat tim semakin yakin melanjutkan misi menghadirkan energi alternatif dari kreasi anak bangsa.
Antusiasme masyarakat terhadap BOBIBOS memang kian meningkat. Bahan bakar berbasis jerami ini digadang sebagai energi murah yang mampu menekan biaya transportasi dan sekaligus menyejahterakan petani.
Namun kepopulerannya juga menghadirkan tantangan besar—mulai dari tuduhan penipuan, hoaks soal “BOBIBOS hilang”, hingga serangan negatif lainnya.
Menanggapi hal ini, pihak BOBIBOS memberi tanggapan tegas, “Kami dituduh scam, menipu. Sungguh menyakitkan. Tapi kami sadar, ini risiko untuk menghadirkan energi yang murah.”
Mereka menegaskan bahwa tidak semua proses bisa diumumkan ke publik karena ada tahapan yang harus disampaikan pada waktunya.
Di balik keheningan yang sempat menjadi bahan perbincangan, ternyata BOBIBOS sedang mempersiapkan “kejutan besar”. Saat ini mereka tengah membangun mesin produksi khusus di Lembur Pakuan, bekerja sama dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Mesin ini dirancang agar pengolahan jerami menjadi bahan bakar berjalan lebih cepat dan efisien. BOBIBOS juga menegaskan bahwa seluruh proses produksi mengikuti rencana strategis yang telah disusun.
Mereka memastikan bahwa pengembangan teknologi, rantai pasok, hingga pengawasan kualitas terus dipantau ketat. Meski diterpa rumor negatif, BOBIBOS memastikan peluncuran tetap sesuai jadwal.
Penjualan perdana secara terbatas dijadwalkan pada akhir November 2025 melalui SPBU yang bekerja sama. Tujuannya sebagai uji coba pasar sekaligus memastikan kualitas produk stabil.
Baca Juga: Waduh! BOBIBOS Bakal Punya Saingan, Ada Bahan Bakar dari Aren yang Sedang Dikembangan Pemerintah
Bahan bakar ini diprediksi hadir dengan harga Rp 7.000 – Rp 8.000 per liter,lebih murah dari banyak BBM fosil di pasaran. Harga rendah ini sejalan dengan misi besar BOBIBOS yakni energi terjangkau, ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani.
Berbasis konsep waste-to-energy, BOBIBOS mengubah limbah pertanian menjadi bahan bakar dengan performa yang diklaim setara bensin konvensional, namun dengan emisi lebih rendah.
Meski masih menghadapi tantangan regulasi, edukasi publik, dan kesiapan infrastruktur, BOBIBOS optimistis inovasi ini mampu menjadi bagian penting dari kemandirian energi Indonesia.***

Share this article
Bobibos makin percaya diri usai dapat wejangan Ketua MPR. Meski diterpa isu scam, mereka tetap fokus siapkan peluncuran BBM jerami murah & ramah lingkungan demi bantu petani dan energi Indonesia.