Bobibos Bahan Bakar Ramah Lingkungan, Apa Dampaknya ke Mesin Mobil?

Bahan Bakar Bobibos. (Sumber: Instagram.com/@bobibos_)
Bahan Bakar Bobibos. (Sumber: Instagram.com/@bobibos_)

AYOJAKARTA.COM - Kemunculan Bobibos sebagai bahan bakar nabati berbasis jerami menjadi salah satu inovasi energi paling diperbincangkan di Indonesia.

Klaim ramah lingkungan, murah, dan berasal dari limbah pertanian membuat banyak orang penasaran, terutama soal dampaknya terhadap mesin kendaraan.

Apakah biofuel seperti Bobibos aman untuk mesin modern? Atau justru menimbulkan risiko tertentu? Dilansir dari YouTube Dokter Mobil Indonesia, salah satu kekhawatiran utama datang dari sifat biofuel yang umumnya lebih keras dibanding minyak bumi.

Baca Juga: Presiden Prabowo Berencana Tanam 2 Juta Hektar Aren untuk Bahan Baku Bioetanol Pesaing BOBIBOS, Butuh Dana Segini

Dalam pengalaman penggunaan biofuel sebelumnya, bahan bakar jenis ini memang mampu terbakar dengan baik di mesin combustion engine, terutama pada kendaraan karburator atau genset.

Dari sisi pembakaran, performanya tidak menjadi masalah bahkan justru lebih gampang menyala. Namun, tantangan sebenarnya berada pada interaksi biofuel dengan material mesin, khususnya komponen berbahan karet dan plastik seperti:

  • Selang bensin
  • O-ring
  • Seal pompa bensin
  • Komponen plastik pada sistem bahan bakar

Karena setiap jenis biofuel berasal dari sumber biomassa yang berbeda, reaksi kimianya terhadap karet dan plastik juga berbeda-beda.

Baca Juga: Dapat Wejangan dari Ketua MPR, Founder Bobibos Makin Semangat Wujudkan Inovasi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Ada yang bersifat korosif, ada yang tidak, sehingga perlu pengujian komprehensif sebelum dipasarkan luas. Inilah sebabnya Kementerian ESDM menegaskan bahwa Bobibos harus lolos uji tes resmi sebelum digunakan masyarakat.

Risiko kerusakan komponen seperti selang mengeras, o-ring getas, atau seal bocor bukan hal yang bisa dianggap remeh. Pengujian laboratorium pun wajib mencakup efek jangka panjang, bukan hanya sekadar kemampuan mesin untuk menyala.

Dari sisi teknis, banyak pihak meyakini Bobibos dibuat melalui proses pirolisis, yaitu memanaskan biomassa hingga menghasilkan gas yang kemudian dikondensasikan menjadi cairan biofuel.

Teknologi ini sendiri bukan hal baru, wood gas adalah salah satu contoh penerapannya. Masalahnya, pirolisis dalam skala besar membutuhkan energi sangat tinggi, sehingga pengembang harus membuktikan bahwa proses produksi Bobibos lebih murah dan efisien dibandingkan bahan bakar fosil.

Baca Juga: Pesaing BOBIBOS, Bioetanol Aren Sudah Dikembangkan Pertamina dan Pilotnya Diresmikan Kemenhut, Ini Bocorannya

Meski begitu, para engineer yang menilai teknologi Bobibos tetap menunjukkan rasa optimisme. Jika Bobibos berhasil menghadirkan biofuel yang aman, murah, dan efektif, ini bisa menjadi terobosan besar bagi kemandirian energi nasional.

Limbah jerami yang selama ini dianggap tidak bernilai bisa berubah menjadi sumber energi massa yang potensial. Pada akhirnya, Bobibos masih berada di tahap pembuktian.

Semua pihak sepakat bahwa uji laboratorium, efek pada mesin, dan efisiensi produksi adalah faktor penentu masa depannya. Jika lulus semua tahap tersebut, Bobibos bukan hanya inovasi, ia bisa menjadi game changer sektor energi Indonesia.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# biofuel
# bahan bakar
# Bobibos

Berita Terkait

News Update

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Atas Petugas Tenant Nitrogen Merokok di SPBU

Pertamina Patra Niaga tindak tegas petugas tenant nitrogen yang merokok di area SPBU demi menjaga standar keselamatan operasional.

Bisnis

Dukung Usaha Ekonomi Sirkular, Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi PNM

Menteri PPPA dan Kepala BPS apresiasi pemberdayaan PNM untuk usaha ekonomi sirkular yang terbukti dongkrak kemandirian ekonomi.

Gadget

Spesifikasi Red Magic 11S Pro, HP Gaming Snapdragon 8 Elite dengan Baterai Raksasa 7.500 mAh

Red Magic 11S Pro Rp22 juta ditenagai Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4,2 juta). HP gaming tanpa tompel ini bawa bodi transparan, sistem pendingin Aquacore kipas 24k RPM, serta baterai raksasa 7.500 mAh.

Teknologi

Bisa Disulap Jadi PC Desktop, Lenovo Legion Tab Gen 5 Andalkan Fitur Bypass Charging untuk Gamers

Lenovo Legion Tab Gen 5 jadi tablet gaming resmi terkencang dengan Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4 juta). Layarnya IPS 3K 165Hz, bawa fitur Bypass Charging, baterai 9000 mAh, dan bisa jadi PC desktop.

Metropolitan

Perbaiki Tata Kelola Sampah! Sistem Controlled Landfill di TPST Bantargebang Diterapkan per 1 Agustus 2026

Sistem controlled landfill ini akan dilakukan bertahap sebagai bagian dari transisi menuju penghentian praktik open dumping.

Jakarta Timur

Jemput Bola! Puskesmas Kramat Jati Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Pusat Perbelanjaan

Program yang berlangsung pada 17–18 Juli 2026 ini menjadi upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan konsep jemput bola.

Bisnis

BRI Taipei Branch Office Bersama KDEI Taipei Perluas Layanan Perbankan WNI

BRI Taipei Branch Office dan KDEI Taipei bersinergi perluas edukasi keuangan serta layanan perbankan bagi WNI di Taiwan secara aman.

Bisnis

Resmi! Jasa Marga Jadi Mentor Command Center Danantara Indonesia

Jasa Marga jadi mentor pengelolaan Command Center di Marketing Center of Excellence Danantara Indonesia untuk tingkatkan efisiensi BUMN.

Bisnis

Dana Rp400 Juta Raib di Labuha, Pengamat: Jangan Gegabah Salahkan Bank

Usut tuntas isu Rp400 juta hilang di Labuha. Pengamat ingatkan publik jangan gegabah tuduh bank sebelum perkaranya jelas dan terbukti.