AYOJAKARTA.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan mengenai potensi gempa di zona Megathrust.
Pembahasan mengenai potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut kembali mengemuka.
Apalagi setelah muncul ungkapan 'tinggal menunggu waktu', seakan menunjukkan gempa akan segera terjadi.
Baca Juga: Bisa Terjadi Kapan Saja! BMKG Sebut Bengkulu Berpotensi Diguncang Gempa Megathrust hingga M 8,9
Menurut BMKG, pembahasan mengenai potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut bukanlah yang baru.
"Sudah lama. Bahkan sudah ada sejak sebelum terjadi Gempa dan Tsunami Aceh 2024," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono yang Ayojakarta kutip dari laman bmkg.go.id, Rabu 20 Agustus 2024.
Munculnya kembali pembahasan potensi gempa di zona Megathrust saat ini bukanlah bentuk peringatan dini.
Baca Juga: Gempa Megathrust Heboh di Tahun 2024, BMKG: Sudah Ada sebelum Tsunami Aceh 2004
Seolah-olah dalam waktu dekat bakal terjadi gempa besar.
BMKG hanya mengingatkan kembali keberadaan zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut tersebut.
Itu dilakukan sebagai sebuah potensi yang diduga banyak ahli sebagai zona kekosongan gempa besar dan sudah berlangsung sejak ratusan tahun.
Seismic gap inilah yang harus terus diwaspadai, karena dapat melepaskan energi gempa signifikan dapat terjadi sewaktu-waktu.
Baca Juga: Potensi Gempa di Zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut, Begini Kata BMKG
Menurut sejarah, gempa besar terjadi di Selat Sunda pada 1757 yang berdasarkan usia seismic ada gap 267 tahun.
Sedangkan gempa besar di Mentawai-Siberut terjadi pada 1797. Artinya gap usia seismicnya selama 227 tahun.
Hal itu semestinya membuat semua pihak jadi lebih serius dalam menyiapkan upaya mitigasi.
Mengenai rilis gempa di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut 'tinggal menunggu waktu', dikarenakan di kedua wilayah tersebut tidak ada gempa besar dalam ratusan tahun.
Bukan berarti akan ada gempa besar dalam waktu dekat.
Masyarakat juga tidak perlu panik. Tetap dapat beraktivitas seperti biasa. Baik itu melaut, berdagang atau berwisata di pantai.***

Share this article
Simak penjelasan dari BMKG berkaitan dengan potensi gempa di zona Megathrust yang bakal terjadi di Indonesia apakah bukan hal baru?