AYOJAKARTA.COM - Menko Polhukam yang juga merupakan cawapres nomor urut tiga Mahfud MD tengah menjadi sorotan publik.
Sorotan tersebut terjadi usai Mahfud MD menunjukkan surat pengunduran diri yang rencananya akan diserahkan langsung jika bertemu Presiden.
“Saya bawa terus, begitu saya diberi waktu langsung saya sampaikan surat ini,” ungkap Mahfud MD saat berada di Lampung.
Baca Juga: Respons Istana Terkait Mundurnya Mahfud MD dari Menko Polhukam: Itu Adalah Hak dan Pilihan Politik
Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan perihal keinginannya untuk memberikan secara langsung surat pengunduran dirinya kepada Presiden.
Menurut Mahfud MD, proses pengangkatan sebagai Menko Polhukam yang dilakukan dengan penuh penghormatan, perlu ditutup dengan cara terhormat.
“Maka saya tidak adakan tinggal glanggang colong playu, saya akan pamit baik-baik dan sampaikan surat ini begitu dijadwalkan diterima oleh Presiden,” imbuhnya.
Baca Juga: Mahfud MD Fix Akan Mengundurkan Diri Sebagai Menkopolhukam: Secepat Kami Tiba di Jakarta
Terkait dengan rencana pertemuan Mahfud MD dengan Presiden, Ari Dwipayana selaku Staf Presiden memberi tanggapan.
Menurut Ari, keinginan Mahfud MD untuk bertemu secara langsung dengan Presiden merupakan hal yang patut dihormati.
Berkenaan dengan keberadaan Presiden yang masih dalam rangka kunjungan kerja, Ari akan melakukan penjadwalan setibanya Presiden di Jakarta.
Baca Juga: Resmi Mundur dari Jabatan Menkopolhukam, Mahfud MD: Saya Pamit dengan Penuh Hormat
“Beliau akan kembali besok malam ke Jakarta, setelah itu kita bisa tahu kapan bisa dijadwalkan pertemuan antara Pak Mahfud dengan Presiden,” jelas Ari.
Terkait dengan keputusan yang akan diambil Presiden terhadap rencana pengunduran diri Menko Polhukam, tahapan administrasi dan prosedur akan tetap dilakukan.
Namun demikian, keinginan Mahfud MD untuk menyampaikan secara pribadi surat tersebut merupakan hal yang patut dihormati dan diapresiasi.
Rencana mundurnya Mahfud MD dari jabatan Menko Polhukam, juga menjadi sorotan tersendiri bagi sejumlah pengamat komunikasi politik tanah air.
Menurut Adi Prayitno, kabar mundurnya Mahfud MD sebagai Menko Polhukam bukanlah kabar yang bersifat dadakan karena indikasinya sudah terbaca oleh publik.
Sehubungan alasan yang melatarbelakangi keinginan mundurnya Mahfud MD dari jabatan Menko Polhukam, Adi memberikan tanggapan.
Adi Prayitno mengatakan peran politik sebagai cawapres dan peran jabatan sebagai Menko Polhukam menciptakan dilema tersendiri bagi Mahfud MD.
“Oleh karena itu, mundur menurut saya adalah pilihan terbaik, sehingga Mahfud MD bisa mengekspos semua visi, data dan kritik,” jelas Adi.
Mundurnya Mahfud MD sebagai Menko Polhukam, menurut Adi juga merupakan bentuk penegasan adanya perbedaan pandangan antara Mahfud MD dengan Jokowi.
Preferensi politik Jokowi yang cenderung mendukung Prabowo-Gibran, ditengarai mulai melahirkan ketidak-nyamanan di kalangan Menteri.
“Ini tentang netralitasnya di Pilpres 2024,” pungkas Adi Prayitno dikutip Ayojakarta, Rabu 31 Januari 2024 dari kanal YouTube tvOneNews. ***
Share this article
Pengamat menyebut jika mundurnya Mahfud MD dari Menko Polhukam merupakan bentuk kurangnya netralisasi.