AYOJAKARTA.COM - Calon Presiden nomor urut 01, Anies Baswedan, turut memeriahkan perayaan Imlek bersama Komunitas Masyarakat Indonesia Tionghoa (Komit).
Acara tersebut digelar di Kawasan Glodok Pancoran atau yang dikenal sebagai kawasan Chinatown Jakarta, tepatnya di Jalan Pancoran, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, pada Senin, 29 Januari 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Anies Baswedan memberikan pesan kepada seluruh kalangan masyarakat untuk tidak tergesa-gesa menyimpulkan bahwa polarisasi yang muncul dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan berujung pada perpecahan.
"Yang disebut sebagai polarisasi itu kuatnya di sosial media. Kalau di masyarakat, studi menunjukkan tidak terjadi polarisasi. Ya ada perbedaan pandangan, atau begini kira-kira, tidak terjadi perpecahan” ucap Anies Baswedan, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube KompasTV, pada Selasa, 30 Januari 2024.
“Satu jangan buru-buru menyimpulkan setiap ada polarisasi berarti ada perpecahan," lanjutnya.
Capres nomor urut 1 itu juga menekankan bahwa polarisasi adalah sesuatu yang lumrah dan alami dalam setiap kontestasi politik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain.
Baca Juga: Beredar Video Fahri Hamzah Sebut Anies Baswedan dan Cak Imin Akan Jadi Tersangka Usai Pilpres 2024
Baginya, perbedaan pendapat dan tujuan adalah hal yang wajar dan tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan.
Dalam pandangannya, meskipun terdapat perbedaan, itu bukanlah alasan untuk memecah belah masyarakat.
“Urutannya ini saya jelasin urutannya, nomor 1 polarisasi kalau diteruskan jadi fiksi, diteruskan lagi jadi konflik, diteruskan lagi jadi pecah, jadi kalau ada polarisasi bukan berarti ada perpecahan tapi kita sering kali kalau ada polarisasi buru-buru bilang ada perpecahan” ucapnya.
Baca Juga: Rhoma Irama Nyatakan Dukungan kepada Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
Ia juga menyampaikan bagaimana cara menyelesaikan polarisasi.
Anies mengatakan bahwa perbedaan itu hanya ada pada saat pemilu selesai pemilu tidak ada lagi perbedaan.
“Perbedaan itu hanya ada pada saat Pemilu, selesai Pemilu tidak ada lagi yang namanya perbedaan. Kalau ada perbedaan, nanti munculnya begini misalnya nih provinsi yang kalah gak ada pembangunan daerah yang tpsnya kalah tidak ada, tidak ada begitu selesai maka seluruhnya mendapatkan perlakuan yang sama termasuk seperti di Jakarta ini” ucapnya.***

Share this article
Anies Baswedan memberikan pesan kepada kalangan masyarakat untuk tidak tergesa-gesa menyimpulkan bahwa polarisasi akan berujung perpecahan.