AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini kabar bergabungnya kubu Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo di putaran kedua Pilpres 2024 semakin berhembus kencang.
Jika benar kubu Anies-Ganjar bersatu maka dikatakan ancaman untuk Prabowo Subianto akan semakin bertubi-tubi.
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto sebelumnya menyatakan kubu Ganjar Pranowo sudah mulai menjajaki kemungkinan koalisi dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Baca Juga: Videotron Anies Baswedan Diturunkan Baru Sehari Dipasang: Sebuah Tantangan Demokrasi
Politisi PDI Perjuangan ini juga mengaku telah berkomunikasi dengan Jusuf Kalla alias JK terkait kemungkinan kedua kubu paslon 1 dan paslon 3 bersatu.
Sementara di pihak lain, kubu Anies Baswedan juga telah memberi ucapan selamat ulang tahun khusus ketika PDI Perjuangan berulang tahun.
Adi Prayitno selaku Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia menilai jika jubu Anies dan Ganjar benar-benar bersatu maka akan menjelma menjadi kekuatan besar yang mempresentasikan simbol persatuan.
Baca Juga: Videotron Dirinya Dihentikan Tanpa Alasan, Anies Baswedan Langsung Beri Pernyataan
Sementara itu Ade Armando, politisi PSI menilai bersatunya kubu paslon 1 dan paslon 3 mungkin terjadi untuk mengalahkan Prabowo Subianto.
“Tentu saja mungkin, saat ini suara Prabowo memang jauh di atas kedua lawannya. Tapi kalau pemilu berlangsung 2 putaran selalu terbuka kemungkinan keduanya bersatu untuk menyingkirkan Prabowo,” ujarnya dikutip Ayojakarta.com dari unggahan TikTok @adearmando_official pada Rabu (17/1/2024).
Kendati demikian, Ade Armando mengatakan kemungkinan bersatunya kubu Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo bukanlah pekerjaan yang mudah.
Menurutnya demi kekuasaan, para ketua umum dan pimpinan bisa saja memutuskan untuk bersatu dan penentuan capres-cawapres akan ditentukan oleh perolehan suara di putaran pertama.
Namun keputusan bersatunya kubu Anies-Ganjar ini dikhawatirkan terjadi penolakan di level akar rumput pendukung keduanya.
“Tapi keputusan elit ini sangat bisa dibongkar oleh penolakan di level akar rumput, kaum elit partai juga bisa dituduh sebagai pengkhianat,” kata Ade Armando.
Politisi PSI ini menilai jika hubungan antara pemilih PDI Perjuangan dengan pemilih PKS bukanlah sesuatu yang bersifat harmonis untuk jangka waktu yang lama.
“Hubungan pemilih PDIP dengan pemilih PKS atau dengan kubu 212 Rizieq, FPI bukanlah sesuatu yang bersifat harmonis untuk jangka waktu yang lama,” tutur Ade Armando.
Baca Juga: Muncul Isu Koalisi Anies-Ganjar, Puan Maharani Mengaku Sudah Ada Obrolan Formal dan Informal
“Bahkan di dalamnya ada muatan kebencian, begitu juga mereka yang mengklaim diri sebagai muslim yang taat tidak begitu saja mudah menerima PDIP yang sering dikait-kaitkan dengan PKI di masa lalu,” lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Ade Armando tentu saja berharap jika Prabowo Subianto akan memenangkan Pilpres 2024 satu putaran.
Akan tetapi jika terpaksa nantinya Pilpres 2024 berlangsung dua putaran, ia tetap percaya jika suara kedua kubu tidak akan begitu saja bersatu mengalahkan Prabowo Subianto.***

Share this article
Ade Armando buka suara soal isu Anies Baswedan-Ganjar Pranowo bersatu, khawatir akan terjadi hal ini.