AYOJAKARTA.COM - Dunia pendidikan di Tanah Air menjadi salah satu fokus utama yang diusung capres Ganjar Pranowo.
Dalam hal ini, Ganjar Pranowo berpandangan, jika pendidikan menjadi salah satu upaya dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Karena hal itulah, Ganjar Pranowo bakal membuat program "Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana" jika ia memenangkan kontestasi Pilpres 2024.
Menurut Ganjar Pranowo, program ini juga sebagai bentuk untuk bisa mengangkat derajat rakyat miskin melalui pendidikan.
"Kita melihat bagaimana kita mengangkat derajat orang miskin melalui pendidikan satu keluarga miskin, satu sarjana insya Allah ini akan mendorong mereka lepas dari itu," ujar Ganjar Pranowo dikutip ayojakarta.com dari republika.co.id pada Jumat (24/11/2023).
Ganjar mengungkapkan, apabila sistem pendidikan didukung dengan kurikulum siap kerja maka konsep mengentaskan kemiskinan melalui program tersebut bisa dilalui.
Baca Juga: Jika Terpilih Jadi Presiden, Ganjar Pranowo Janji Tingkatkan Ekonomi hingga 7 Persen
Termasuk, dikatakan Ganjar Pranowo mendorong keberadaan sektor kreatif yang disebutnya dengan istilah ekonomi hijau.
Sektor kreatif dinilai Ganjar menjadi salah satu kerangka dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
"Maka kemudian kita perlu kurikulum siap kerja, ini sebenarnya kita mau pakai ekonomi hijau itu butuh lapangan kerja," kata Ganjar.
Belum lagi, pengaruh digitalisasi masa kini yang juga bakal terus dioptimalkan di Indonesia.
Kemampuan anak muda dalam memanfaatkan berbagai digitalisasi, dijelaskan Ganjar Pranowo sebagai suatu langkah untuk juga bisa menciptakan lapangan kerja.
"Digitalisasi Rp 1.300 triliun investasi yang kita butuhkan itu menciptakan lapangan kerja," ungkap Ganjar.
Dalam program-program yang bakal diusungnya jika memenangkan Pilpres 2024, Ganjar menyebut timnya memiliki nama GASPOL.
Hal itu merupakan singkatan, GA yang berarti gandakan anggaran untuk berbagai kebijakan.
Kemudian, S kepanjangan dari "Sikat", yang dimaksudkan untuk memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Selanjutnya, "POL" kepanjangan dari poles birokrasi dengan digitalisasi.
Dimana, dalam hal ini menurut Ganjar, pemolesan birokrasi dapat terealisasi dengan Satu Data Indonesia dan key performance indicator (KPI) based cabinet yang transparan.
"Kita memoles birokrasi yang melayani, yang analistik, bukan sekadar administrasi," ucap Ganjar.***

Share this article
Ganjar Pranowo berpandangan, pendidikan menjadi salah satu upaya dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.