AYOJAKARTA.COM - Suhartoyo terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menggantikan Anwar Usman yang diberhentikan oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK).
Pemilihan Ketua MK tersebut dilakukan melalui Rapat Permusyawaratan Hakim yang digelar secara tertutup di Ruang RPH Gedung 1 Mahkamah Konstitusi pada Kamis 9 November 2023.
Suhartoyo mengatakan kedepan dirinya akan memperbaiki jika ada yang tidak baik di dalam MK.
Baca Juga: 8 Hal yang Bisa Merusak Hubunganmu dengan Orang Lain, Terlalu Fokus pada HP Salah Satunya
Selain itu, pihaknya juga akan fokus ke pemulihan, namun pemulihan seperti apa akan dikatakan setelah dirinya dilantik nanti.
"Semangat kami tetap sama bahwa yang sekiranya di MK dipandang ada yang tidak baik akan kami perbaiki bersama dengan para hakim yang lain karena kepemimpinan itu sebenarnya kolektif," kata Suhartoyo, dikutip ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV pada Kamis 9 November 2023.
Menurutnya, seluruh hakim di MK adalah unsur pimpinan, namun dalam suatu lembaga itu harus ada yang mengkoordinasikan, maka dari itu perlu ditunjuk Ketua dan wakil Ketua.
"Paling tidak saya mohon doanya dari teman-teman pers, kalau kedepannya kami ada yang tidak baik tidak apa apa dikritik, sehingga kami bisa melakukan evaluasi, kalau dibiarkan sama juga menjadikan embrio menjadi besar," ucapnya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Tanggal 9-10 November 2023, Seluruh Wilayah Hujan?
Terpilihnya Suhartoyo menjadi Ketua MK karena atas kepercayaan dari para hakim MK. Selain itu kata Suhartoyo kesanggupan itu datang karena ada panggilan dan perintah.
"Kalau beliau-beliau (hakim MK) sudah memberikan kepercayaan kemudian kami berdua menolak, sementara di hadapan kami MK ada sesuatu yang harus kita bangkitkan kembali dari kepercayaan publik," ungkapnya.
Sementara Wakil MK Saldi Isra berharap pimpinan ketua dan wakil MK seperti dwi tunggal, karena MK ini harus diarungi dengan kekuatan yang jauh lebih padu.
"Maka tadi kita bicara ini akan menjadi kepemimpinan kolektif. Kami berdua akan menjadi komandonya, nanti hakim-hakim lain juga akan ditempatkan seperti pimpinan kolektif dalam menghadapi ini, karena situasi ini tidak mungkin diselesaikan oleh satu atau dua orang, tapi harus diselesaikan oleh kami semua," jelas Saldi.***

Share this article
Suhartoyo mengatakan kedepan dirinya akan memperbaiki jika ada yang tidak baik di dalam MK usai gantikan Anwar Usman