AYOJAKARTA.COM – Presiden RI ke-7 Joko Widodo beberapa waktu lalu mengundang ketiga bakal calon presiden (capres) yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto untuk melakukan jamuan makan siang di Istana Negara.
Dalam jamuan tersebut, baik Presiden Joko Widodo dan ketiga capres lainnya kompak mengenakan atasan batik.
Lantas adakah makna tersendiri dari motif batik yang digunakan oleh Joko Widodo dan ketiga capres dalam jamuan makan siang tersebut? Jawabannya ada.
Berikut makna dari batik ayng digunakan Jokowi, Prabowo, Ganjar dan Anies Baswedan:
Pertama Joko Widodo, terlihat menggunakan batik khas dari Solo kontemporer yang berwarna dasar putih dan motif biru.
Dalam jamuan makan siang tersebut, terlihat pakaian yang digunakan Joko Widodo tampak lebih mencolok dibandingkan dengan warna ketiga capres lainnya.
Adapun makna batik yang dipakai oleh Joko Widodo adalah kerakyatan, ndeso seperti orang pada umumnya. Namun disamping itu, motif batik kontemporer yang digunakan oleh Joko Widodo sebenarnya tidak memiliki makna tersendiri.
Biasanya batik kontemporer tersebut tidak memiliki motif parang yang klasik dan memiliki simbol pemaknaan mendalam. Hal ini dikarenakan motif kontemporer lebih mengedepankan estetika serta pewarnaan yang cerah.
Motif batik yang digunakan Joko Widodo juga tidak terikat dari daerah mana batik tersebut berasal. Dikarenakan lebih mengedepankan perpaduan warna yang indah dan menyatu serta motif yang lebih luas dan beragam.
Sedangkan ketiga capres yang hadir dalam jamuan makan siang, yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto terlihat kompak mengenakan batik motif parang.
Dimana Ganjar Pranowo mengenakan batik parang warna merah, Prabowo Subianto mengenakan batik parang warna coklat muda, dan Anies Baswedan menggunakan batik parang warna coklat gelap.
Diketahui bahwa motif parang ini sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo), dimana nama parang diambil dari kata pereng yang artinya lereng.
Memang batik motif parang pada batik tersebut seperti lereng gunung, yaitu huruf S yang mana dibuat bertautan satu sama lain hingga berbentuk diagonal seperti lereng.
Kemudian garis yang dibuat dalam motif parang juga digambarkan menurun dari tinggi ke rendah, terlihat bahwa motifnya juga saling tersusun, jalin menjalin, tidak terputus yang mana memperlihatkan kesinambungan.
Dan diketahui bahwa huruf S pada motif batik tersebut merupakan inspirasi dari ombak di laut yang sering disamakan dengan kobaran semangat tiada henti untuk memperjuangkan kemenangan.
Baca Juga: Sulit Membuat Keputusan? 4 Cara Ini Bisa Mendorong Keberanian agar Tak Mudah Ragu
Tentu motif batik parang ini memiliki makna yang cukup mendalam, dimana selain menjadi motif batik yang paling tua, motif ini juga memiliki makna tidak pernah menyerah, selalu bersemangat, dan tidak pernah berhenti bergerak.
Motif batik parang juga menggambarkan jalinan yang tidak putus, baik itu soal perbaikan diri, perjuangan, kesejahteraan hingga jalinan keluarga.***
Share this article
Lantas adakah makna dari motif batik yang digunakan oleh Joko Widodo dan ketiga capres dalam jamuan makan siang tersebut? Ternyata ada..