AYOJAKARTA.COM – Penggeledahan yang dilakukan KPK di salah satu ruang kantor Kementerian Ketenagakerjaan berbuntut terseretnya nama Muhaimin Iskandar.
Masuknya nama Muhaimin Iskandar dalam salah satu kasus yang kini tengah ditangani KPK terjadi usai resmi dideklarasikan sebagai cawapres Anies Baswedan.
Sebelumnya pada Jumat, 18 Agustus 2023 lalu KPK melakukan pemeriksaan di Kementerian Ketenagakerjaan tempat Muhaimin Iskandar sempat menjabat menteri.
Dalam pemeriksaan, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan untuk perkara baru.
Terkait dengan pemeriksaan dan penggeledahan yang dilakukan KPK, Kepala Biro Humas Kemnaker Chairul Fadly memberi keterangan.
Menurut Fadly, kedatangan KPK untuk melakukan pencarian data dan informasi terkait dengan pekerjaan migran Indonesia yang sebelumnya dikenal PT KLN.
Baca Juga: Selain Anies Baswedan, Partai Demokrat Juga Pernah Dikhianati Partai Lain Menjelang Pilpres 2019
“Dan mereka mungkin mencari informasi dan data, tapi secara pasti saya belum mengetahui,” ungkap Fadly pada Jumat, 18 Agustus 2023 lalu.
Selain melakukan penggeledahan di salah satu ruang kantor, KPK juga melakukan pemeriksaan di sebuah rumah mewah di Bekasi.
Meski tidak sempat merinci kasus yang tengah ditangani, namun diduga berkaitan dengan kasus pengadaan sistem software proteksi Tenaga Kerja Indonesia atau TKI.
Pada tahun 2012, sosok Muhaimin Iskandar yang kini menjadi cawapres Anies Baswedan merupakan Menteri Tenaga Kerja.
Terkait dengan adanya anggapan bahwa Cak Imin ikut tersangkut kedalam kasus pengadaan proteksi TKI, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK ikut bicara.
Dilansir Ayojakarta dari akun instagram @thinkmedio,id pada 4 September 2023, Asep Guntur masih melakukan pengusutan.
Langkah tersebut dilakukan KPK guna mengetahui dan memastikan fakta yang terjadi dibalik kasus pengadaan proteksi TKI tersebut.
“Semua pejabat di tempus atau waktu kejadian itu dimungkinkan kami minta keterangan,” jelas Asep Guntur.
Lebih lanjut Asep menjelaskan bahwa KPK perlu melakukan langkah tersebut guna mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya.
Baca Juga: Berpotensi Diciduk KPK, Cak Imin Terlibat Kasus Korupsi?
Sehingga dalam penanganan kasus tersebut, tidak ada pihak yang merasa dituduh karena kurangnya keterangan.
“Jadi semua yang terlibat yang disebutkan oleh saksi-saksi dan ditemukan di bukti,kami akan minta keterangan,” imbuh Asep.
Namun demikian, terkait dengan rencana pemanggilan kepada Muhaimin Iskandar Asep mengaku belum menentukan waktu.
Terkait dengan adanya rencana KPK yang akan melakukan pemeriksaan kepada Cak Imin, Anies Baswedan saat berada di Deli Serdang memberi tanggapan.
Menurut Anies Baswedan, langkah-langkah penegakan hukum merupakan hal yang perlu dihormati dan tidak akan mengganggu ikhtiar menuju perubahan.
“Insya Allah semuanya lancar,” ujar Anies seperti dikutip Ayojakarta pada Senin, 4 September 2023 dari kanal Youtube Kompas TV.

Share this article
Penggeledahan yang dilakukan KPK di salah satu ruang kantor Kementerian Ketenagakerjaan berbuntut terseretnya nama Muhaimin Iskandar.