AYOJAKARTA.COM – Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan belum lama ini melakukan safari di kawasan TPI Pelabuhan Muncar, Banyuwangi.
Dalam kesempatan ini, Anies Baswedan memanfaatkan momen untuk berbincang langsung dengan warga.
Anies Baswedan mengatakan bahwa banyak para nelayan yang mengeluhkan berbagai hal, seperti sulitnya BBM bersubsidi.
Baca Juga: 5 Tanda Jika Kamu Orang yang Dibutuhkan Tapi Tidak Dihargai, Yuk Sadari
Tidak hanya itu, masalah perizinan kapal tradisional yang rumit juga menjadi keluhan para nelayan.
“Sulitnya subsidi bahan bakar, BBM ini paling banyak disampaikan. Kedua mereka bicara tentang perizinan, terutama kapal-kapal tradisional yang ukurannya kecil merasakan perizinan-perizinan yang rumit,” kata Anies dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV, Kamis (10/8/2023).
Anies menjelaskan apabila ia terpilih menjadi presiden di 2024 mendatang, hal inilah yang akan menjadi perhatiannya.
Dalam hal ini, Anies menyebut akan fokus pada kemudahan para nelayan dalam mengurus perizinan kapal.
Baca Juga: 5 Jurusan yang Sepi Peminat di Universitas Gadjah Mada untuk Bidang Soshum, Bisa Jadi Peluang Besar
Anies tidak ingin ada kesenjangan antara usaha kecil dan besar dalam mengurus berbagai perizinan.
Eks Gubernur DKI Jakarta itu ingin agar usaha kecil juga bisa mendapatkan kemudahan layaknya usaha besar.
“Itu yang akan menjadi perhatian kita dan kita ingin mengkhususkan bagaimana kemudahan itu diberikan dan aspek perizinan. Jangan sampai kita pada dunia usaha yang besar dimudahkan yang kecil malah sulit,” jelasnya.
Lebih jauh, Anies berprinsip bahwa keadilan sosial harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Ternyata Kebiasaan Orang Sukses Memiliki Pola 90/90/1 yang Bisa Ditiru, Apa Itu?
“Prinsip yang dipegang adalah membesarkan yang kecil tanpa mengecilkan yang besar. Jadi yang kecil-kecil itu harus dibesarkan dan cari cara untuk mereka mudah di dalam berusaha,” tutupnya.***

Share this article
Anies Baswedan mengatakan bahwa banyak para nelayan yang mengeluhkan berbagai hal, seperti sulitnya BBM bersubsidi.