AYOJAKARTA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buka suara soal cuitan Denny Indrayana.
Yakni terkait dengan Anies Baswedan yang tak lama lagi dikabarkan akan dijadikan tersangka oleh KPK.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengungkapkan bahwa dugaan adanya korupsi Formula E masih dalam proses penyelidikan.
Baca Juga: Viral di TikTok, Resep Bakwan Sayur Ala Firhan Master Chef Indonesia, Cek di Sini
“Sejauh ini masih tahapan penyelidikan,” ujarnya.
Dirinya juga menyatakan bahwa tidak ingin menanggapi sebuah pernyataan yang hanya berbasis asumsi dan persepsi belaka.
“Kami tak akan tanggapi pernyataan yang berbasis asumsi dan persepsi. Sekalipun kami hargai itu sebagai suatu hak kebebasan pendapat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ali Fikri juga menyampaikan bahwa KPK akan tetap bekerja secara tegak lurus dan tidak terpengaruh dengan pernyataan atau intervensi.
Baca Juga: Keterbukaan, Ini 5 Tanda Kamu adalah Orang yang Pintar Mencari Koneksi
“Kamu penegak hukum, tetap bekerja tegak lurus dan tak terpengaruh pernyataan dan intervensi politis dari pihak yang terlibat dalam pertarungan politik di luar KPK” tandasnya.
Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana menyebut bahwa Anies Baswedan sebentar lagi akan menjadi tersangka kasus Formula E.
Hal ini disampaikan melalui cuitannya di Twitter miliknya. Menurutnya hal tersebut merupakan upaya untuk menjegal Anies Baswedan untuk menjadi kontestan dalam Pilpres 2024.
“Cawe-cawe Jokowi Menjegal ABeWe, MAU RIBUT MENUNDA PEMILU? Anies segera jadi tersangka korupsi di KPK,” cuit Denny Indrayana dikutip AyoJakarta.com melalui Twitter @dennyindrayana, Kamis (22/6/2023).
Menurutnya kabar tersebut sudah menjadi informasi yang banyak beredar. Bukan hanya dirinya tapi banyak pula yang sudah mengatakannya.
Yang mana mentersangkakan Anies Baswedan merupakan senjata pamungkas Istana untuk menjegal Anies Baswedan dalam kontestan Pilpres 2024.
“Kabar itu sudah menjadi banyak kesempatan. Bukan hanya saya, banyak yang sudah menyatakannya. Feri Amsari, Zainal Arifin Mochtar, misalnya, dalam beberapa podcast sudah menyatakan, pentersangkaan adalah salah satu scenario pamungkas Istana untuk menjegal Anies Baswedan menjadi kontestan dalam Pilpres 2024,” tambahnya.
Denny Indrayana juga menyampaikan kabar akan ditetapkannya Anies Baswedan menjadi tersangka sudah bisa terbaca.
Baca Juga: Hari Raya Idul Adha Berbeda Apakah Jadi Masalah? Ini Kata Buya Yahya
Ia menyoroti masa jabatan pimpinan KPK yang diperpanjang Mahkamah Konstitusi satu tahun, yang mana menurutnya untuk menyelesaikan tugas memukul lawan atau oposisi.
“Setelah KPK 19 kali ekspos, ini pemecah rekor, seorang anggota DPR menyampaikan. Semua komisioner sudah sepakat. Makin terbaca, kenapa masa jabatan para pimpinan KPK diperpanjang MK satu tahun. Untuk menyelesaikan tugas memukul lawan-oposisi, dan merangkul kawan-koalisi, sesuai pesanan kuasa status quo,” tulis Denny Indrayana dalam cuitan di Twitter.***

Share this article
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengungkapkan bahwa dugaan adanya korupsi Formula E masih dalam proses penyelidikan.